MPB ~ 23

2191 Kata

Usai sudah... Amel membatin dalam hatinya. Setelah melalui pergulatan yang menyakitkan dia memutuskan untuk melakukan ini. Mengapa ia harus menjalani hubungan yang menyiksa ini? Hati Amel memberontak. Pengin bebas dan tak dikekang lagi. Ia sudah mengatakannya pada Vino. Dan seperti biasa wajah Vino datar tanpa ekspresi. "Kau capek. Beristirahatlah dulu malam ini, " kata Vino pelan. Dia mengecup kening Amel dan berbalik mau meninggalin kamar gadis itu. Hadeh. Amel merasa dikacangin. Dengan gemas ia mengambil bantal dan melemparnya ke kepala Vino. Vino berhenti melangkah saat bantal itu menimpuk kepalanya dari belakang. "Aku sudah mengatakannya, kita putus! Kau menanggapinya atau tidak terserah, bagiku hubungan kita sudah berakhir!" tandas Amel. Vino menghela napas panj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN