HAPPY READING ✨
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan 45 menit, motor Gema Cs pun masuk ke dalam perumahan elit dan sampai pada depan rumah berwarna white yang sangat megah ini.
" Ini rumah nya?" Tanya Vadi
" Iya, tunggu ya. Saya izin ke satpam nya dulu."
Mia pun turun dari motor Eric lalu ke pak satpam yang jaga rumah Naya untuk meminta di buka kan pintu karena kebetulan pak Yanto satpam Naya sudah mengenal Mia. Pak Yanto pun membuka pagar lalu 3 motor itu pun masuk di susul Mia. Mia pun memencet bel rumah Naya dan tak lama mbok Darmi pun keluar dan sedikit terkejut karena kedatangan 5 laki-laki tampan.
" Hallo mbok, kami mau jenguk Naya. Naya ada kan?"
" Iya neng, non Naya ada. Ayo silahkan masuk."
Mia dan 5 cowok itu pun mengikuti mbok Darmi dan di persilahkan duduk dulu di ruang tamu menunggu Mira karena setiap orang yang ingin bertemu Naya harus bertemu Mira terlebih dahulu.
" Gila ini rumah apa istana, besar sekali," celetuk Leo saat melihat rumah Naya yang sangat besar dan mewah.
" Iya benar tapi sayang sepi seperti hati Gema," ucap Eric membuat Gema langsung menatapnya tajam membuat Eric cengengesan dan langsung minta maaf.
Tak lama Mira pun datang menemui Mia.
" Hallo mbak Mira."
" Hallo Mia, ini ada apa?" Tanya Mira seperti mbok Darmi terkejut juga karena kedatangan 5 pria yang tidak pernah ia kenal tapi tunggu sepertinya ia mengenal 2 di antara 5 orang pria tersebut.
" Hallo mbak Mira, saya Vadi yang mbak ketemu di mall sama Naya beberapa minggu yang lalu," ucap Vadi menjulurkan tangannya.
Mira pun menyambut uluran tangan Vadi dan mencoba mengingat apa yang Vadi katakan.
" Ahhh, iya kamu sama kamu ya." Tunjuk Mira ke Gema juga.
" Iya saya ingat, kalian satu sekolahan?"
" Iya mbak."
" Naya ada?"
" Ada tapi lagi tidur."
" Bagaimana keadaan Naya mbak?" Bisik Mia membuat yang lain sedikit curiga.
" Hmm, Naya cuman demam. Mungkin istirahat yang cukup bisa membuat ia kembali sehat lagi."
" Oh syukur lah."
" Maaf ya kalian tidak bisa ketemu Naya karena dia lagi tidur."
" Iya tidak apa-apa kok mbak mau di apa lagi."
Namun saat mereka masih di ruang tamu tiba-tiba seseorang memanggil Mira dari arah tangga, Mira langsung berlari ketika menyadari Naya memanggilnya.
" Ada apa Nay, kamu butuh apa?" Tanya Mira khawatir menyambut Naya di ujung tangga karena wajah Naya pucat namun ia malah turun tangga.
" Aku haus, makanya aku turun. Air di kamar ku habis," ucap Naya lirih karena ia sedikit pusing.
" Maaf ya aku tidak memeriksa nya tadi."
" Naya," panggil Mia.
Naya pun melihat ke Mia dan sangat terkejut karena melihat Gema dkk datang kerumahnya.
" Kkaa liiaann mau apa di rumah aku?" Tanya Naya gugup apalagi Gema sedang menatapnya intens.
" Mereka juga ingin menjenguk kamu Nay," ucap Mia sudah berada di samping Naya.
" Hai Nay, kamu apa kabar?" Tanya Vadi
" Hai Vad, seperti yang kamu lihat. Oh iya silahkan duduk," ucap Naya mempersilahkan Vadi dll duduk di ruang tengah dan mereka pun duduk.
Sejujurnya Naya canggung karena tiba-tiba Gema datang ke rumahnya padahal tadi pagi ia baru saja memberinya bekal, Naya mulai kepikiran Gema apakan bekal itu, di buangkah atau di makan namun Naya tidak mau berharap banyak karena Mia sudah memperingatkannya terlebih dahulu dan menceritakannya tentang Gema namun ia masih terus berusaha.
" Non saatnya makan siang, lebih baik non ajak teman non makan siang dulu."
" Ah iya terima kasih ya mbok. Hmm bagaimana kalau kita makan siang dulu,mari."
Mia dan yang lain pun mengikuti Naya ke ruang makan dan mereka pun makan dalam diam. Setelah makan siang mereka pun ke ruang tengah lagi menikmati minuman dingin yang mbok Darmi sajikan.
" Maaf ya Naya kita kesini tidak bawa apa-apa soalnya kita lupa karena Vadi selalu suruh kita buru-buru," ucap Eric di sambut senyum oleh Naya.
" Tidak apa-apa kok, kalian datang menjenguk aku saja sudah buat aku senang. Terima kasih ya sudah repot-repot ke sini."
Tak lama 5 pria itu pun pamit karena sudah jam 3 sore, saat berada di depan pintu rumah Naya, Vadi tiba-tiba mengelus puncak kepala Naya membuat Naya bengong menatap Vadi begitupun yang lain tak menyangka Vadi berbuat seperti itu.
" Istirahat ya,semoga cepat sembuh Naya," ucap Vadi sambil tersenyum setelah menurunkan tangannya dan Naya pun hanya tersenyum dan berterima kasih lagi ke Vadi lalu 5 orang pria itu pun pergi meninggalkan rumah Naya sedangkan Mia masih tinggal untuk menemani Naya.
Setelah pulang dari rumah Naya, geng Scorpio langsung ke basecamp mereka untuk berkumpul seperti biasanya.
" Vad lo nyadar gak apa yang lo perbuat tadi?" Tanya Leo ketika mereka sudah berada di basecamp dan lagi duduk.
" Melakukan apa?" Tanya balik Vadi karena tidak mengerti apa maksud Leo.
" Itu yang lo usap kepala Naya."
" Ohh yang itu, ya sadar lah. Masa iya gue pingsan sambil usap kepala Naya."
" Bukan gitu maksud gue Sudirman, ahhh auu ahhh," ucap Leo greget membuat yang lain tertawa melihat tingkah Leo kecuali Gema, sejak datang ia hanya diam saja.
" Vad lo serius suka sama Naya?"
"Kenapa nggak? Dia baik,cantik sudah tentu, dan dia imut,masuk lah tipe gue."
" Hmm, ya sudah lah. Semoga lo berhasil naklukin hati Naya yang suka sama Gema, hahhahah." Ledek Eric membuat yang lain ikut tertawa juga termasuk Vadi namun Gema masih diam saja menyelam dengan pikirannya sendiri.
Di lain tempat, tepatnya di rumah Naya. Naya sedang berbaring di temani Mia, sepulangnya geng scorpio dari rumah Naya, Naya langsung kembali ke kamarnya karena kepalanya merasa pusing, saat perjalanan pulang ke rumahnya tadi tiba-tiba Naya demam mungkin masuk angin karena habis di siram tadi.
" Nay, kamu mau cerita tidak apa yang terjadi di sekolah tadi?"
" Hmm, tapi kamu janji ya Mi jangan bilang ke siapa-siapa."
" Iya, kamu percaya sama aku."
" Viona dan teman-temannya yang nyiram aku air."
" Kok bisa?"
" Dia sepertinya cemburu melihat kemarin aku dekat ke Gema pas di kantin, dia menyuruhku menjauhi Gema tapi aku tidak mau jadilah ia emosi dan menyuruh temannya menyiramku." Mia menghela nafas panjang mendengar cerita Naya, apa yang ia takutkan akhirnya kejadian juga.
" Apa kamu tidak berniat mencoba membuka hati ke Vadi saja Nay? Sepertinya Vadi jauh lebih baik dan berperasaan dari pada Gema, dan mungkin dia juga suka sama kamu, buktinya tadi dia sangat care sama kamu Nay."
" Apakah sesulit itu untuk ku mendapat kebahagiaan yang aku inginkan Mi? " Tanya Naya yang menatap lekat langit-langit kamarnya.
" Aku sudah kehilangan kasih sayang orang tuaku, apa aku harus kehilangan juga orang yang aku cintai?"
" Tapi Gema tidak menyukai mu Nay, dia kasar Nay, apa yang kamu harapkan dari seorang Gema yang tak akan pernah membuka hatinya untuk siapapun."
" Belum saja Mi, aku yakin Gema pasti bisa tergerak hatinya. Aku hanya butuh dukunganmu untuk selalu dekat dengan Gema, ketika aku sudah mencoba sekuat tenaga aku dan Gema tetap tidak tergerak, kamu tenang saja Mi aku tau caranya mundur."
" Maafin aku ya Nay kalau tadi aku kasar, aku cuman takut kejadian seperti tadi di toilet terjadi lagi Nay dan aku juga tidak ingin kamu di kasari oleh Gema juga. Kamu adalah sahabat pertama aku dan aku sayang sama kamu Nay."
" Terima kasih ya Mi, jangan khawatir aku akan jaga diri ku Mi." Mereka berdua pun tersenyum sambil berpegangan tangan.