Mia yang menunggu Naya di depan toilet mulai khawatir karena sudah 10 menit Naya di dalam toilet dan tidak kunjung keluar sedangkan orang dari tadi keluar dari dalam toilet, karena penasaran Mia pun memutuskan masuk ke dalam toilet. Betapa terkejutnya Mia ketika melihat Naya duduk di lantai toilet dengan keadaan basah kuyup, ia langsung berlari ke arah Naya dan menolongnya.
"Nay, kamu kenapa? Ayo berdiri dulu," ucap Mia khawatir dan membantu Naya berdiri. Naya pun berdiri dan menatap Mia dengan wajah sedih,sepertinya habis menangis karena matanya sedikit sembab.
" Nay, kamu pulang saja ya. Nanti kamu sakit kalau pakai baju basah seperti ini,nanti saya yang minta izin ke guru." Naya pun hanya mengangguk,lalu Mia pun merangkul Naya untuk ke mobilnya.
Sedangkan di kelasnya suasana masih ribut, walau sudah masuk jam mata pelajaran tapi di kelas Naya guru mata pelajaran belum datang sehingga murid-murid masih santai-santai termasuk Gema dan Vadi.
" Apa fans-fans lo tidak capek apa kirimin hadiah padahal mereka tau lo tidak menerima hadiah itu," ucap Vadi saat mengecek setiap hadiah di laci meja Gema dan itu Vadi lakukan sejak dulu hingga saat ini.
Setiap hadiah yang di berikan fans Gema memang ia tidak pernah ambil tapi Vadi dan yang lain mengambilnya jika butuh seperti makanan,minuman, coklat, atau kue, kalau seperti bunga ia buang saja karena tidak butuh.
Gema hanya fokus main game di hp nya saat Vadi sibuk mengeluarkan satu persatu kado dari dalam laci Gema,dan ada satu kado yang buat Vadi tertarik di antara kado hari ini yaitu kotak berwarna ungu. Vadi pun mengambil kotak itu dan membaca note yang ada di atas kotak itu.
" Kamu butuh tenaga lebih untuk terus menolak aku, karena aku tidak akan mundur suka sama kamu Gema. jadinya aku kasih kamu sarapan biar kamu kuat menolak aku, jangan lupa di makan ya karena kalau kamu tidak ada tenaga, nanti kamu kalah dan akan jatuh cinta juga sama aku ?"
- Nayanika-
Vadi tersenyum membaca note yang Naya tulis, Vadi merasa Naya unik dan beda dari banyaknya wanita yang suka sama Gema, wanita yang suka sama Gema memohon Gema untuk membalas cintanya namun Naya malah sebaliknya.
" Lo kenapa senyum-senyum seperti itu?" Tanya Gema saat menyadari Vadi tiba-tiba diam saja dan malah senyum-senyum.
" Punya nyali juga ternyata dia, gue tidak tau tapi gue merasa cewek itu tulus sama lo Gem. Dia bukan hanya menyukai lo karena kamu tampan atau populer dan gue rasa dia beda dari cewek yang lain," ucap Vadi yang masih menatap kotak makanan berwarna ungu itu.
" Maksud lo?" Tanya Gema heran, Vadi pun menyerahkan kotak makan itu ke Gema.
Gema pun membaca note yang ada di atas kotak itu namun tanpa ekspresi, Gema pun memalingkan wajahnya ke arah jendela. Vadi cuek saja toh seperti biasa Gema tidak akan menerima kado apapun dari fansnya, Vadi penasaran apa isi kotak itu dan ia pun membukanya.
" Gila, cacing di perut gue tiba-tiba berdemo melihat bekal yang Naya bawa , lihat Gem Nasi goreng completed deh ini, ada suwir ayamnya, ada bakso, sosis,sayur, dan juga telurnya," ucap Vadi menunjukan bekal yang Naya bawa. Gema hanya meliriknya lalu kembali menatap jendela.
" Jadi lo tidak mau nih? Ya sudah biar gue makan saja. Seperti nya ini enak, wah selain cantik Naya juga perhatian sekali ya, calon pacarable sekali."
Vadi bermonolog sendiri dan siap menyantap makanan yang Naya bawa mumpung guru belum datang, saat Vadi ingin menyuap nasi goreng tiba-tiba Gema menahan tangannya.
" Jangan di makan."
" Kenapa?" Gema langsung mengambil kotak makanan itu dan menutupnya.
" Tumben lo mau menerima kado dari fans ," sindir Vadi.
" Gue bukan mau menerimanya tapi gue mau kasih dia balik."
" Untuk apa? Mending kita makan dulu nasi gorengnya baru kasih kembali Naya tempat bekalnya."
" No, dia akan besar kepala kalau lo makan nasi gorengnya."
" Kenapa lo harus repot memikirkan pendapat Naya, biasanya juga begitu kalau ada kado dari fans lo yang makan gue, Eric, Leo atau Fandi, kenapa sekarang beda?"
" Diam lo."
" Lo sudah mulai suka ya sama Naya? gue tau kok dia kan memang cantik apalagi sorot matanya itu indah dan tajam sekali."
" Nggak usah mengarang lo ya."
" Tapi btw Naya kemana ya? Sudah jam 8 tapi itu orang belum muncul juga padahal tas nya sudah ada di kursinya." Gema hanya mengangkat bahunya tidak peduli keberadaan Naya.
" Serius gue mau tanya, kalau lo beneran tidak suka Naya, gue maju nih Gem. Gue mulai tertarik sama itu anak, dia beda dari cewek lain," ucap Vadi serius menatap Gema dan Gema hanya diam menatap Vadi.
" Bagaimana?" Gema masih diam dan akhirnya mengatakan terserah membuat Vadi tersenyum dan mengucapkan terima kasih ke Gema namun Gema cuek saja karena memang dasarnya cowok kulkas.
8.10 guru mata pelajaran belum juga datang membuat murid di kelas Naya masih santai, Gema masih sibuk dengan Hp nya sedangkan Vadi dari tadi seperti cacing kepanasan yang tidak bisa tenang di kursinya.
" Kamu kenapa?"
" Gue menunggu Naya, kenapa belum datang juga ya ke kelas? "
" Lebih baik gue saja deh yang kasih Naya kotak bekalnya, iya Gem?"
" Tidak usah, biar gue saja karena gue juga mau bicara sama itu cewek bebal."
Vadi pun akhirnya mengalah dan detik berikutnya Mia datang dan berjalan ke kursinya membuat Vadi makin penasaran karena tumben Mia jalan sendiri padahal biasanya dimana ada Mia disitu ada Naya.
" Eh, kamu,nama kamu siapa?" Tanya Vadi mengetuk-ketuk meja Naya.
" Saya Mia, iya ada apa?"
" Kamu sahabatnya Naya kan, Naya kemana?"
" Naya tidak masuk ke sekolah."
" Kenapa? Ini ada tasnya," ucap Vadi menunjuk tas Naya yang ada di atas kursinya.
" Dia lagi sakit makanya tiba-tiba harus pulang."
" Astaga Naya sakit apa?" Tanya Vadi heboh membuat Gema yang tadinya diam saja langsung melirik Vadi yang tak biasanya itu.
" Bukan sakit parah kok." Vadi pun akhirnya diam dan kembali memperbaiki posisi duduknya.
" Gem, gue saja ya yang kasih Naya kotak bekalnya ya biar gue ada alasan buat jengukin dia," bisik Vadi ke Gema yang sudah tidak main game tapi seperti biasa hanya tinggal diam.
"Keras kepala banget sih lo, gue bilang tidak usah ya tidak usah Vadi. Lo sama saja itu cewek bebal," omel Gema membuat Vadi terkejut karena jarang-jarang Gema mengomel seperti itu.
" Mungkin jodoh kali gue sama Naya." Gema pun hanya diam tak menanggapi pernyataan Vadi lagi.
Jam pelajaran 1 dan 2 terlewati begitu saja karena guru yang bersangkutan tidak masuk, dan kini guru mata pelajaran untuk jam ke 3 pun sudah datang dan kelas Gema pun sudah siap belajar.
Mia melewati hari-harinya di sekolah hari ini dengan membosankan karena Naya tidak hadir dan setelah pulang sekolah Mia berniat ke rumah Naya membawa pulang tas Naya.
Saat Mia berdiri di gerbang sekolah untuk menunggu angkot yang datang tiba-tiba seseorang datang dari arah belakang membuat Mia kaget.
" Kamu mau ke rumah Naya ya?" Tanya Vadi yang sudah bersama gengnya dan Mia yang masih kaget sekaligus merasa takut karena tiba-tiba geng Daredevil datang menghampirinya pun hanya mengangguk.
" Kita boleh ikut jenguk Naya?" Tanya Eric membuat Mia melongo tak percaya. Kesambet apa geng Daredevil ini mau repot-repot datang menjenguk Naya yang notabene nya siswa baru.
" Bagaimana, boleh?" Lagi-lagi Mia hanya mengangguk karena masih syok.
" Ya sudah ayo berangkat, kamu sama Eric saja karena cuman dia yang tidak punya boncengan dan kita bakal mengikut," ucap Vadi dan Mia pun hanya patuh mengekor di belakang Eric menuju motornya.
* Flashback 30 menit sebelum kejadian *
" Jadi kita langsung ke basecamp nih?" Tanya Fandi saat geng Daredevil sudah kumpul di atas rooftop sekolah, jam terakhir mereka sudah tidak masuk belajar dan malah kumpul di rooftop.
" Kalian duluan saja ke basecamp, gue mau pergi dulu," ucap Vadi. Membuat temannya langsung menatap Vadi.
" Lo mau kemana?" Tanya Leo
" Gue mau menjenguk teman gue ."
" Teman kamu siapa? Anak geng mana?" Tanya Eric
" Bukan anak geng, dia Naya teman sekelas gue."
" Ohh cewek yang mengejar-ngejar si Gema itu?" Tebak Fandi dan Vadi pun mengangguk.
" Tumben, Lo dekat sama dia?" Tanya Eric
" Gue baru mau tahap pendekatan," ucap Vadi berbisik dan malu-malu membuat Eric,Leo dan Fandi terkejut mendengar apa yang barusan Vadi katakan.
Di antara mereka berlima kalau soal cewek Fandi adalah king nya di susul Leo dan Eric sedangkan Vadi dan Gema biasa saja karena mereka fokus pada persahabatan mereka dan mendengar barusan yang Vadi katakan membuat mereka terkejut karena untuk pertama kalinya Vadi ingin pendekatan.
" Serius kamu? Tapi kan itu cewek sukanya sama Gema, kamu tidak apa-apa Gem?" Tanya Eric memastikan.
" Apa hubungannya sama gue? gue tidak ada urusan," ucap Gema santai.
" Makanya gue berani dekatin Naya karena gue sudah tanya Gema apa dia tidak suka Naya dan Gema mengizinkan ya sudah gue maju. Sayang cewek cantik dan baik di sia-siakan, kalau soal rasa gue percaya akan tumbuh sendiri seiring kita selalu bersama."
" Eaaa, baru kali ini gue lihat si Vadi bucin. Ya sudah lebih kita ikut Vadi saja menjenguk doinya biar ini anak tidak malu-maluin kalau ketemu gebetan, bagaimana lo setuju kan Vad?"
" Hmmm, boleh juga ide lo Fan. Ya sudah ayo kita berangkat sepertinya Mia akan kesana," ucap Vadi memberi kode kearah bawa dan sahabatnya pun melihat kalau seorang cewek tengah berdiri di depan gerbang sekolah.
" Kalian pergi saja, gue tidak ikut."
" Ya tidak seru tau Gem kalau kamu tidak hadir, kan lo ketuanya masa anggota lo mau Pdkt lo tidak dukung sih."
" Ini tidak ada hubungannya sama Geng ya Leo."
" Ayolah Gem, masa lo tidak mau menemeni sahabat lo dari bayi ini pdkt-an," ucap Vadi memelas membuat Gema memalingkan wajahnya.
" Ya sudah kali ini saja."
Mereka berempat pun bersorak karena berhasil membujuk Gema dan mereka berlima pun bergegas ke gerbang menyusul Mia takut kehilangan jejak dan acara mereka gagal.
Saat berjalan ke arah gerbang tiba-tiba Laura datang menghadang Gema dkk.
" Gem sudah mau pulang? Pulang bersama yuk?"
" Hmm, sorry ya Laura kali ini Gema tidak bisa di ganggu. Kita ada acara, permisi," ucap Eric dan langsung menarik Gema pergi dari hadapan Laura membuat Laura kesal.
" s****n, kenapa ada saja sih penghalang aku untuk dekat sama Gema. Dari dulu aku belum bisa mendapatkan dia bahkan saat dia sudah tidak ada." Batin Laura melihat kepergian Gema.