Keesokan paginya di sekolah, tepat nya jam pertama di kelas XII Mipa 2 tengah heboh karena bu Via sudah masuk dan akan mengumumkan nama-nama yang Remedy dan tidak Remedy membuat yang lain ribut karena takut remedy dan menghapal ulang soal dan jawaban yang benar.
" Tenang, anak-anak diam dulu. Bagaimana ibu mau menyebutkan nama-nama kalian kalau kalian sudah heboh sendiri, " ucap bu Via menegur.
Seketika semua siswa pun diam dan menunggu bu Via mengumumkan nama-namanya.
" Dengarkan nama kalian ya, ibu akan sebut. "
" Iya bu. "
" Gina shamila, Doni firdaus, Mia adriani, Nayanika andreas , Vadi akbar dan Gema adhitama, selamat kalian tidak remedy dan selebihnya kalian remedy. "
Seketika kelas kembali heboh bagi siswa yang remedy dan untuk yang tidak remedy mereka mengucap syukur.
" Gila, kita tidak remedy Gem. "
" Hmm. "
" Ini berkat bantuan Naya, kita harus berterima kasih ke Naya tapi Naya kenapa tidak masuk ya? "
Gema hanya diam mendengar Vadi berbicara karena Gema tau pasti Naya sakit karena kemarin Naya memang demam cuman Gema malas memberi tau Vadi karena pasti Vadi akan heboh lagi dan banyak tanya.
" Ah mending kita tanya Mia saja kalau begitu. "
" Sebentar, Gema, Vadi kalian beneran tidak Remedy? " tanya bu Via memastikan karena untuk pertama kalinya mereka berdua tidak remedy di mata pelajarannya bahkan selama mereka bersekolah di sini.
" Astaga ibu, kan yang periksa nilai ulangan kami ibu, ya itu bagaimana ibu memberikan nilai, " jawab Vadi.
" Ya nilai kalian 80, melalui KKM sih. "
" Terus masalahnya dimana bu? "
" Masalahnya saya tidak yakin itu pekerjaan kalian. "
" Ibu mah Zuudson terus sama kita, kan ada kalanya bu kita belajar. "
" Hmm ya sudah lah.Baik Anak-anak, yang tidak remedy, silahkan menunggu di luar dan yang remedy silahkan tetap tinggal di dalam kelas. "
Siswa yang tidak remedy pun keluar kelas dan Vadi langsung mengejar Mia.
" Mia. "
" Eh i ii yaa, " jawab Mia sedikit takut karena ia di panggil oleh anggota daredevil apalagi ada sang ketua disitu.
" Lo kok sendiri, Naya kemana? "
" Ah itu Naya sakit jadi tidak ke sekolah. "
" Naya sakit apa? "
" Eh anu, Naya demam tapi kita tidak di izinkan untuk jenguk dia. "
" Eh kenapa begitu? "
" Saya juga tidak tau cuman itu pesan mbak Mira, saya pamit dulu. "
Setelah itu Mia pergi meninggalkan Vadi yang masih bertanya-tanya tentang Naya yang tidak boleh di jenguk dan diam-diam Gema pun juga penasaran, kalau hanya karena demam kenapa mereka di larang jenguk ya? Tapi memang nya Gema mau jenguk Naya lagi? Malas memikirkan tentang Naya, Gema pun mengajak Vadi ke rooftop karena untuk ke kantin masih terlalu pagi sedangkan Gema selalu sarapan atas perintah bundanya.
Mereka berdua sedang duduk di rooftop sekolah dan pastinya mereka berdua tengah beradu asap alias merokok.
" Bagaimana tentang balas dendam ke Fredy dkk? " tanya Vadi.
" Yang gue tau, Fredy nanti malam akan pergi ke arena balapan dan akan tanding lagi dengan Roy. Sebelum sampai di sana, akan gue hadang dia karena pasti ia ke sana sendirian, antek-anteknya akan menunggu di arena dan di situlah akan terjadi one by one, " jawab Gema santai.
" Jadi kita-kita tidak lo izinkan menyentuh Fredy? "
" Biar Fredy sendiri jadi urusan gue karena dia yang buat gue babak belur waktu itu. "
" Ok, kita akan memantau dari jauh, nanti aku hubungan anak yang lain. "
Gema hanya mengangguk lalu kembali menghisap rokoknya.
Mereka berdua malah memutuskan tinggal di rooftop sampai jam istirahat artinya mereka berdua akan melewatkan jam pelajaran ke tiga dan ke empat seperti biasanya.
Setelah jam istirahat masuk, mereka pun turun ke kantin dan bertemu anggota inti daredevil lainnya di pintu masuk kantin.
Namun saat jalan masuk ke kantin, entah keberanian dari mana seorang siswi yang seperti nya anak kelas satu tiba-tiba datang menghadang Gema dan langsung menyodorkan setangkai bunga.
" Ini bunga untuk kak Gema, " ucap gadis itu menyerahkan setangkai bunga.
Gema hanya menatap gadis itu dengan tatapan tak terbaca.
" Minggir. "
Gadis itu menggeleng.
" Kak Gema terima bunga aku dulu baru aku pindah kak. "
" Lo sama bunga yang lo pegang itu sama, sama-sama sampah dan harus di buang jauh. "
Setelah mengatakan kalimat pedis itu, Gema mendorong bahu gadis itu dengan keras membuat gadis itu terdorong cukup keras lalu Gema pun melanjutkan perjalannya di kantin bersama sahabatnya dan aksi mereka di tonton oleh siswa lain termasuk Mia dan Laura And the geng.
" He gadis kecil, punya nyali dari mana lo sehingga mau memberikan Gema bunga, huh? " tanya Laura menghampiri gadis yang Gema tolak tadi saat ia baru mau meninggalkan tempatnya.
" Syukur-syukur Gema hanya mendorong lo dan tidak mengasari lo lebih parah lagi. Jadi saran gue, jangan coba dekati Gema lagi karena Gema hanya punya gue, " ucap Laura penuh penekanan di akhir kalimatnya dan gadis itu hanya mengangguk pasrah kemudian gadis itu pun pergi dengan berlari.
Mia meneguk saliva nya menyaksikan 2 aksi yang berbeda waktu namun sama motif nya yaitu menindas. Ia tidak membayangkan Naya akan di perlakukan seperti itu dan sayang Naya tidak datang sehingga Naya tidak melihat langsung perlakuan kasar Gema. Siapa tau setelah melihat secara langsung, Naya berubah pikiran menjadi tidak mau mengejar Gema lagi karena Mia tidak rela Naya di perlakukan kasar oleh Gema karena Naya anak yang baik hati dan lembut.
Tak terasa pulang sekolah tiba, Mia buru-buru pulang dan naik angkot ke rumah sakit untuk menjenguk Naya. Ia buru-buru agar Vadi tidak melihatnya dan berakhir ia ingin ikut lagi padahal Mira sudah berpesan kalau hanya Mia yang boleh menjenguk Naya karena hanya Mira yang tau penyakit Naya.
" Bagaimana keadaan Naya mbak? " tanya Mia setelah ia berhasil sampai di rumah sakit tepatnya depan ruang rawat Naya.
" Naya belum sadar Mia tapi suhu badannya sudah turun sejak tadi pagi. Semoga saja sudah tidak naik lagi dan Naya segera siuman. "
"Aamiin, semoga mbak. Oh iya maaf kalau lancang, orang tua Naya sudah datang? "
" Mereka tidak sempat datang, mereka lagi di Malaysia. "
" Kasian Naya ya mbak, di saat sakit seperti itu dan sangat butuh orang tua di sisi nya malah orang tua nya sibuk bekerja dan menganggap sepele sakit Naya. "
" Mereka sudah biasa seperti itu kok Mia, jadi sudah tidak heran kalau hanya saya dan mbok Darmi yang selalu menemani Naya di saat sakit. Tapi sekarang sudah ada kamu juga yang datang menemani Naya, oh iya Mia saya mohon kamu jangan cerita hal ini ke teman kamu ya, kalau soal guru kalian saya sudah mengirimkan nya surat sakit jadi mereka tidak akan banyak tanya lagi. "
" Iya mbak. "
Lalu Mia pun di ajak masuk ke dalam ruangan Naya untuk melihat kondisi nya yang masih terbaring dengan jarum infus
*****
Sesuai rencana Gema tadi siang, malam harinya ia benar-benar keluar bersama geng Daredevil untuk menghadang Fredy. Gema mencegat Fredy saat di jalanan cukup sepi, Fredy pun turun dari motornya dan menghadapi Gema.
" Gue pikir lo sudah meninggal Gema karena insiden dulu, " ucap Fredy meremehkan Gema.
" Tidak semudah itu untuk membunuh gue, apalagi lo orang nya, " jawab Gema santai.
" Sombong sekali lo, andai tidak ada polisi dulu mungkin lo tinggal nama saja sekarang. "
Gema tertawa, seperti nya Fredy mengira itu benar polisi dulu, ia tidak tau kalau ia di kerjai oleh Naya.
" Itu tandanya lo belum bisa membunuh gue Fredy. "
" Terus sekarang mau lo apa? mau balas dendam? mana anggota lo? keluarkan mereka semua, biar kalian semua musnah sekalian. "
" Gue tidak sepengecut lo dalam melawan musuh dengan menggunakan cara keroyokan, gue bisa menghabisi lo dengan tangan gue sendiri tanpa harus ada teman-teman gue. "
Fredy terpancing emosi nya karena di katakan pengecut oleh Gema.
" Ayo kalau lo merasa bisa menghabisiku, maju lo Gema. "
" Lo yang minta ya Fredy jadi jangan salah kan gue kalau entah nanti atau besok lo sudah berada di bawah tanah atau syukur lo masih bisa terbaring di rumah sakit. "
" Cuih, jangan bermulut besar lo Gema, maju lo. "
Gema menyunggingkan senyum jahatnya lalu Fredy yang maju duluan menyerang Gema dan acara baku hantam pun terjadi antara Gema dan Fredy, ketua Daredevil Vs ketua Lion yang sudah jadi musuh bebuyutan sejak lama.
Gema terus menghantam wajah Fredy dengan bogemannya membuat wajah Fredy sudah babak belur meski kadang juga kena pukul tapi itu bukan seberapa bagi Gema.
Gema menendang d**a Fredy sehingga Fredy terjatuh dan Gema lagi-lagi menghujani Fredy bogeman di saat Fredy sudah berada di bawahnya. Fredy mulai terkulai lemas karena sejujurnya Gema bukan tandingannya dalam berkelahi, Gema memang memegang sabuk hitam dalam olahraga Taekowndo sehingga sangat memudah kan melawan musuhnya apalagi hanya satu orang. Dulu saat melawan Fredy dan teman-teman nya ia tidak siap apalagi semua bawa benda keras sehingga membuat Gema babak belur jadinya. Vadi dan yang lain melihat Fredy sudah tidak ada perlawanan di bawah Gema tapi Gema terus meninjunya membuat Vadi dan yang lain menghampiri Gema dan menahan Gema untuk berhenti.
" Gema sudah, jangan sampai lo jadi pembunuh seperti abangnya, cukup kita yang pernah kehilangan, " ucap Vadi mengingatkan Gema sambil menahan badan Gema untuk tidak memukuli Fredy lagi dan Gema pun menghentikan pukulannya dan duduk di samping Fredy yang terkulai lemas.
" Dia sudah tidak sadarkan diri Gema, " ucap Leo.
" Gue memang ingin mengirim dia ke Neraka agar abang nya tau bagaimana rasanya kehilangan. "
" Jangan Gema, kita tidak boleh terlibat sama hukum. Kita memang berandalan tapi ingat motto geng kita, pantang kita terkena kasus hukum. Ingat juga bunda kamu, siapa yang akan jaga dia kalau kamu terlibat kasus hukum. "
Gema mulai tersadar dari amarah yang meliputinya tadi, ia hampir saja membunuh Fredy kalau Vadi dan yang lain tidak menghentikannya. Gema ingin membalaskan dendamnya soal kepergian satu anggota intinya yaitu Bima karena ulah kakak Fredy bernama Tedy yang kini sudah mendekam dalam balik jeruji besi sekitar 2 tahunan.
Daredevil dulu beranggotakan inti Gema, Vadi, Leo, Fandi, Eric dan Bima namun dulu sepulang sekolah saat mereka masih kelas X, mereka terlibat tawuran dengan sekolah lain yaitu sekolah Fredy dengan alasan ada salah seorang anak dari sekolahan Gema yang lewat depan sekolah Fredy menggunakan knalpot besar dan membuat bising sekolahan itu tepatnya geng Fredy yang ada di parkiran dan jadilah 2 sekolah itu tawuran. Karena jumlah nya banyak dan sudah ada yang menggunakan benda tajam jadilah mereka semakin tak terkontrol hingga Gema melihat seorang siswa laki-laki siap menghantam balok ke kepala Bima dan saat Gema ingin menjega balok itu terlebih dahulu mengenai kepala Bima membuat Bima langsung tersungkur ke tanah dan barulah juga polisi datang seketika semua di amankan kecuali geng daredevil inti karena langsung membawa Bima ke rumah sakit namun saat di rumah sakit sayang nya nyawa Bima tak tertolong karena cukup banyak kehabisan darah dan setelah proses pemeriksaan beberapa siswa dari sekolah Fredy di tangkap karena dia yang mulai duluan tawuran namun hanya beberapa bulan saja setelah itu bebas tapi berbeda untuk Tedy ia di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Bima. Dan sejak itu Gema mulai bermusuhan dengan Fredy karena kematian anggotanya sekaligus sepupunya begitu pun Fredy yang benci Gema karena mengakibatkan abangnya harus mendekam dalam balik jeruri besi dan di kena hukuman 15 tahun penjara dan sejak itu juga Gema semakin kejam pada orang lain kecuali orang terdekatnya.
" Ayo kita pergi, " ucap Gema yang sudah berdiri dan bersiap meninggalkan Fredy yang tergeletak tak berdaya di jalanan.
" Bagaimana dengan Fredy? "
" Dia masih hidup kok dan tidak lama lagi ambulance akan datang. "
Setelah itu Gema pun berjalan duluan di susul Vadi dan yang lain.