Tak terasa sudah 4 hari saja Naya tidak masuk sekolah membuat Mia balik menjadi Mia yang dulu sebelum Naya datang, pendiam dan tak punya teman karena hanya Naya sahabat Mia di sekolahan.
Saat jam istirahat seperti biasa, Mia hanya tinggal di dalam kelas sendirian dan memakan bekalnya. Semenjak Naya tidak masuk ke sekolah, Mia kembali membawa bekal ke sekolah karena tidak punya teman untuk ke kantin. Ia menikmati bekalnya sendiri tanpa ada gangguan siapa pun karena memang anak-anak yang lain pergi ke kantin, Mia makan sambil memikirkan keadaan Naya yang baru sadar kemarin tapi masih butuh perawatan sehingga ia belum di izinkan pulang ke rumahnya. Setiap pulang sekolah Mia selalu menjenguknya hingga malam hari dan akan di antar pulang oleh Mira setelah mbok Darmi datang dan rencananya nanti Mia akan ke rumah sakit lagi dan berniat bermalam karena besok juga hari minggu dan bu panti nya juga mengizinkan karena tau Naya sakit tapi Mia tidak cerita Naya sakit apa.
Dan Mia sedikit tenang ke rumah sakit karena Vadi jarang kelihatan di sekolahan, sesekali saja ia masuk belajar bersama Gema lalu hilang lagi dan selama masuk belajar Vadi juga tidak bertanya soal Naya membuat Mia bersyukur karena tidak tau mau jawab apa kalau Vadi bertanya kenapa Naya lama sakitnya.
Sedangkan di kantin semua sibuk dengan makanannya termasuk inti daredevil yang menikmati makanan mereka plus Laura and the geng karena dimana ada Gema tidak lama Laura juga akan hadir. Mereka semua menikmati makanannya sambil bicara santai dan Laura seperti biasa ia akan selalu berdekatan dengan Gema bahkan menempel membuat yang lain risih melihatnya sedangkan Gema hanya diam saja tidak menanggapi tingkah Laura walau kadang ia merasa risih juga.
" Ehhh, lihat itu siswa kelas satu pada cantik-cantik ya, " celetuk Fandy.
" Hmm mulai deh ini kupu-kupu beraksi, " ejek Leo.
" Astaga gue cuman bilang cantik Leo, bukan suka. "
" Alasan saja, memang awalan dari gombal kan dari kata memuja dan berakhir suka. "
" Dasarnya buaya tau kan awal nya menggombal. "
Eric,Vadi dan Laura dkk tertawa mendengar Fandy dan Leo saling meledek tapi Gema hanya diam saja dan terus memakan baksonya.
" Gema pulang sekolah kamu ada acara? " tanya Laura.
Gema hanya menggeleng.
" Temani aku ke mall ya, aku mau beli sesuatu. "
Gema lagi-lagi hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara dan begitu Laura sudah senang sekali membuat Vadi dan yang lain sedikit jengkel ke Gema karena apa yang Laura mau pasti Gema turuti.
" Vadi lo sudah tidak mengejar teman sekelasmu lagi? " tanya Eric.
" Memangnya Naya maling mau di kejar? "
" Iya, maling hati lo. "
Vadi terkekeh bersama yang lain mendengar ucapan Eric kecuali Gema, kalian tau kan Gema tim menyimak saja.
" Naya sudah beberapa hari ini tidak masuk sekolah, katanya sakit. "
" Tumben lo tidak menjenguknya? "
" Kata teman sebangkunya kita di larang menjenguk Naya entah apa alasannya sehingga aku tidak pergi menjenguknya. "
" Uhh kasian, orang yang di suka lagi sakit tapi tidak bisa menjenguk, sabar ya. "
Diam-diam Laura menyunggingkan senyum jahat nya mendengar Naya sakit, apa ini karena ulahnya di gudang dulu? Ia sangat senang kali ini namun tanpa orang tau Gema melihat senyum Laura itu.
" Vadi lo serius suka sama gadis gila itu? "
" Siapa yang lo maksud gadis Gila Laura? " tanya Vadi sedikit meninggikan suaranya.
" Siapa lagi kalau bukan Naya, " balas teman Laura.
" Jaga ya ucapan lo, dia punya nama dan namanya Naya. Jangan pernah lo panggil dia gadis Gila atau yang lainnya, dia jauh lebih baik dari lo. "
" Apa maksud lo Vadi mengatakan dia lebih baik dari gue? " tanya Laura mulai emosi.
" Ya lihat saja kelakuan lo itu, tanpa gue jelaskan juga lo tau bagaimana buruknya kelakuan lo sendiri. "
" Jaga ya mulut lo. "
Brukkk
Tiba-tiba Gema mengeprak meja membuat semua kaget yang berada di kantin.
" Bisa diam tidak? Kalian merusak selera makan gue saja, " ucap Gema lalu meninggalkan yang lain tapi tak lama Vadi dll menyusul Gema.
Namun sebelumnya Vadi masih sempat menyalahkan Laura atas kepergian Gema membuat Laura emosi dan membanting mangkok di lantai membuat yang lain kaget lagi tapi tak ada yang berani menegur karena berurusan dengan Laura sama saja membuat jalan neraka di hidupmu selama bersekolah.
Gema dan yang lain ke Rooftop seperti biasa, Gema mulai mengepulkan asap rokoknya lalu di susul yang lain.
" Gue minta maaf ya kalau merusak acara makan lo tadi, " ucap Vadi.
" Hmmm. "
" Lo beneran mau pergi bersama Laura setelah pulang sekolah? "
" Iya. "
" Begini ya Gema, gue dan yang lain merasa lo terlalu lembek ke Laura sehingga ia seenaknya sama lo. Jika lo memang tidak suka atau risih lo bisa menolak sekali-kali Gema. "
" Iya betul itu kata Vadi. "
" Dia juga seperti nya bukan gadis yang baik Gema untuk lo, jangan beri dia harapan kalau lo tidak suka. "
" Gue memang tidak menyukai Laura tapi kalian masih ingatkan alasan gue sehingga membiarkan Laura satu-satunya gadis yang boleh dekat dengan gue? "
" Karena pesan almarhumah Viona? "
Gema mengangguk.
" Viona akan paham kok kalau lo mulai menjauh karena hati tidak bisa di paksa bukan? Apalagi ini sudah 3 tahun berlalu dan lo masih belum bisa membuka hati lo untuk Laura jadi wajar lah lo mulai menjauh. "
" Tidak semudah itu. "
" Terserah lah. "
" Oh iya dengar-dengar Fredy selamat dan kini di rawat di rumah sakit tapi dia koma. "
" Pasti anggotanya ketar ketir mencari siapa pelaku nya. "
" Kita harus tetap waspada karena pasti tidak akan lama mereka tau kalau gue yang buat ketuanya koma. "
" Iya benar. "
" Nanti malam suruh semua anak-anak kumpul di basecamp, kita akan rapat. "
" Siap Gem. "
Setelah itu mereka pun bubar dan kembali ke kelas masing-masing karena hari ini mereka baru mau masuk belajar karena tadi pagi mereka membolos lagi karena terlambat datang ke sekolah menjadikan mereka sudah malas masuk ke kelas sehingga mereka nongkrong di kantin.
" Tumben kalian berdua masuk belajar, " ucap guru Biologi mereka saat melihat Vadi dan Gema berada dalam kelas.
" Iya kan kita juga mau belajar mata pelajaran bapak, " jawab Vadi.
" Bagus lah, tapi besok-besok bolos lagi? "
" Tergantung dari mood pak. "
" Vadi Akbar, keluar kamuuuu. "
" Eh jangan pak, maaf-maaf bercanda pak. Ayo pak di lanjut, Gema sudah tidak sabar untuk belajar reproduksi, " ucap Vadi membuat Gema menatapnya tapi Vadi malah tersenyum dan guru nya pun mulai mengajar.
Murid kelas XII Mipa 2 pun tenang mendengarkan penjelasan gurunya tentang Kualifikasi tumbuhan dan berakhir mereka punya tugas.
" Jadi untuk materi kali ini, bapak punya tugas untuk kalian. Carilah beberapa tumbuhan laut, cari tau nama nya, ciri-cirinya dan klasifikasikan. Di lakukan 2 orang, bapak akan menyebutkan pasangan kalian dalam membuat tugas ini. "
Guru nya pun mulai menyebutkan 2 nama orang yang berpasangan, ada laki-laki dan laki-laki, ada perempuan dan perempuan sampai laki-laki dan perempuan untuk membuat tugas ini sampai nama Mia dan Vadi di sebut berpasangan membuat Mia kaget dan Vadi langsung menatap Mia senang karena selama ini Mia di kenal siswa berprestasi.
" Yes, kita sekelompok Mia, " bisik Vadi ke Mia dan Mia hanya tersenyum.
Setelah itu guru pun melanjutkan pasangan selanjutnya yaitu Gema dan Naya membuat Gema tidak kalah kaget karena di pasangkan dengan Naya, gadis yang selalu ia hindari.
" Pak,Tapi Naya tidak datang ke sekolah, " protes Gema.
" Terus masalahnya apa Gema? Tugas ini juga akan di kumpul minggu depan jadi pasti Naya sudah masuk sekolah dan itu tugas kamu untuk menghubungi Naya. "
Gema pun diam dan mau tidak mau dia harus sekelompok dengan Naya.
" Tukaran teman kelompok yuk, " bisik Vadi saat guru nya sudah pergi.
" Tidak usah nanti malah ribet, mana itu orang tidak masuk sekolah. "
" Hmm Mia, Naya masih sakit? "
" Eh ii iya Naya masih sakit. "
" Masih belum bisa di jenguk? "
Mia hanya mengangguk.
" Terus saya kerja tugas nya bagaimana? "
" Nanti saya sampaikan ke Naya, mungkin tidak lama lagi dia akan ke sekolah lagi. " Mia terpaksa berbohong karena tidak mau Vadi meminta untuk pergi menjenguk Naya padahal Mia juga tidak tau kapan Naya akan keluar dari rumah sakit.
" Bagus lah, dia sakit atau sedang sekarat , lama sekali. "
" Gema, mulut kamu ya pedas sekali. Jangan seperti itu, tenang saja Naya kan pintar jadi mudah lah menyelesaikan tugas itu. "
Gema pun hanya diam lalu pergi meninggalkan kelas karena memang sudah jam pulang lalu Vadi pun menyusul.
Setelah itu Mia pun akhirnya pulang juga dan menggunakan busway untuk ke rumah sakit menjenguk Naya. Sesampai nya di rumah sakit, Mia langsung masuk ke ruang rawat Naya dan Naya sedang tertidur di jaga oleh Mira karena kalau pagi mbo Darmi sudah pulang ke rumah beres-beres dan magrib baru dia datang lagi ke rumah sakit menemani Mira menjaga Naya.
" Kamu makan dulu Mia, itu ada makan siang di meja. "
" Iya mbak. "
Mia pun akhirnya makan siang dulu mumpung Naya masih tidur, dan Mia sudah tidak canggung lagi di mbak Mira karena mereka sudah beberapa hari bersama menjaga Naya.
*****
Gema kini berada dalam mall bersama Laura seperti permintaan Laura saat di kantin tadi. Gema layaknya bodyguard bukan teman jalan karena ia hanya diam menemani kemana Laura ingin pergi dan berbicara jika Laura mengajaknya berbicara tapi sedikit beda Laura menggandeng lengan Gema sepanjang mereka jalan. Laura memang satu-satunya gadis beberapa tahun terakhir ini yang dekat dengan Gema bahkan hanya dia yang boleh dekat dengan Gema tapi sikap dingin Gema dan irit bicaranya masih berlaku juga untuk Laura membuat Laura kadang jengkel juga sama Gema tapi dia tidak berniat menjauh dari Gema karena Laura sudah sangat terobsesi sama Gema sejak dulu bahkan saat Gema masih berpacaran dengan sepupunya.
Sekitar 2 jam an keliling-keliling mall mencari make up yang ternyata Laura ingin beli akhirnya Gema mengantarkan Laura pulang menggunakan Moge nya. Laura meminta Gema singgah di rumahnya dulu namun Gema tolak dengan alasan sudah sore dan Gema pun akhirnya pulang ke rumahnya.
" Darimana bang? " tanya bundanya saat Gema sudah sampai di rumah.
" Dari jalan sama teman bund. "
" Sama Vadi lagi? "
" Bukan, sama Laura. "
" Kamu sebenarnya sama Laura itu pacaran atau tidak si bang? "
" Tidak bund, kami hanya berteman. "
" Tapi bunda lihat Laura sepertinya menyukai mu bang. "
" Itu urusan perasaan Laura bund tapi kalau abang tidak suka dengan Laura. "
" Hmm Bagus lah karena sejujurnya bunda juga tidak terlalu suka sama Laura, dia terlalu manja. Mau tau tidak bang gadis yang bunda suka dan bunda merasa cocok sama kamu? "
" Siapa? "
" Naya. jujur sejak kenal sama Naya bunda langsung suka sama itu anak, coba deh kamu dekatin Naya siapa tau dia bisa suka sama kamu. "
" Dia memang sudah suka bunda sama abang, bahkan mengejar-ngejar abang, " batin Gema karena ia tidak mungkin jujur karena bisa-bisa bundanya kegirangan.
" Abang belum kepikiran untuk pacaran bund. "
" Kenapa? Karena kamu masih mengingat Viona terus atau karena ayahmu? "
" Jangan sebut pria itu lagi di rumah ini bund apalagi di hadapanku, " ucap Gema penuh penekanan.
" Jangan seperti itu nak biar bagaimana pun dia tetap ayahmu dan soal hancur nya rumah tangga bunda sama ayahmu memang sudah takdir. "
" Iya takdir yang di sebabkan oleh pria itu yang dengan tidak tau malunya jalan dengan janda dan membuat istrinya menjadi janda juga. "
Gema sudah tersulut emosi setiap membicarakan ayahnya dan ia lalu meninggalkan bundanya di ruang makan dan naik ke kamarnya.
Brakkk
Gema membanting pintu kamarnya membuat bundanya mengelus d**a karena sudah memancing emosi anaknya lagi. Gema anak penurut dan baik tapi jika sudah membicarakan ayahnya emosinya langsung tersulut begitu saja.