Happy Reading! Zayn tiba di bandara dan kembali berusaha menghubungi orang tuanya. Namun lagi-lagi tidak ada yang menjawab telponnya. "Ck!" Decak Zayn kesal kemudian memutuskan naik taksi agar ia bisa segera tiba di rumah. Mobil taksi berhenti tepat di halaman rumah. Zayn segera berlari memasuki rumah setelah mengisyaratkan kepada satpam untuk mengurus pembayaran dan barang-barangnya. "Benar, aku dengar nyonya Deby keguguran." Deg Zayn berhenti berlari kemudian segera menoleh ke arah ruang tamu, di mana ada tiga orang pelayan yang sedang bicara. Entahlah, Zayn tidak mendengar secara jelas namun nama istrinya cukup untuk membuatnya berhenti. "Kasian sekali nyonya Deby, apalagi tuan Zayn juga tidak ada di sini." "Sebelum pergi ke puncak, nyonya Deby juga terlihat sedih, sering melamu

