Bab 30

1085 Kata

Happy Reading!  "Deby sayang, ini mama nak, tolong bicaralah." Bujuk Widura yang entah sudah berapa kali berusaha mengajak Deby bicara. Widura menatap suaminya lalu menggeleng pelan. Menantunya itu tidak menangis atau memperlihatkan kesedihannya, ia hanya diam sambil menatap langit-langit kamar. Widura kembali meneteskan air matanya. Ia sudah terlanjur menyayangi Deby, menantunya itu adalah gadis yang baik. Tapi kenapa Tuhan memberinya cobaan seberat ini. Sejak sadar dan mengetahui bahwa bayi yang dikandungnya meninggal, menantunya itu memang tidak menangis tapi gurat kesedihan jelas terlihat di matanya. Baskoro menyentuh pundak istrinya menenangkan. Ia sendiri tidak bisa berbuat banyak. Penderitaan terbesar seorang ibu adalah saat ia kehilangan anaknya. Dan bagaimanapun caranya meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN