Kasa menjenguk Anggun. Dia bawakan sebuket bunga dan juga coklat untuknya. Anggun sebenarnya sudah bisa beraktivitas, hanya saja masih tidak bisa seperti biasa karena harus lebih banyak istirahat. Sudah satu minggu ini, Kasa terus menyesali apa yang terjadi pada perempuan itu, meskipun Anggun selalu bilang kalau tidak apa-apa. Semua sudah baik-baik saja. Alih-alih menerima pemberiannya, Anggun malah menertawakan bahkan sampai terpingkal-pingkal. "Kamu aneh, Gun. Dikasih bunga dengan coklat malah meledek begini." Kasa jadi canggung sendiri dengan reaksi temannya itu. Anggun merapikan dengan segera buah tangan Kasa. Dia permisi dulu untuk bawa masuk ke dalam. "Habisnya aneh," katanya selepas kembali dari merapikan bawaan tadi. Dia juga sudah menyiapkan, secangkir kopi untuk Kasa. "B

