Semakin lama Kasa memikirkan semakin dia merasa ini mustahil baginya. Tapi, Lika sang nyonya dari rumah mewah ini terus berkata bahwa dia adalah ibunya. Kasa tidak perlu ragu. Karena sebagai seorang ibu, dia memiliki naluri untuk mengenali putranya. ditambah lagi hasil tes menunjukkan mereka memiliki ikatan darah. "Tuan." Salah Kasa harus meralat panggilannya. "Maksudku, Ayah." Dia tidak boleh memanggil Hadinata dengan sebutan Tuan. Tapi, sejak beberapa menit lalu sudah dilatih untuk memanggil Ayah lidahnya masih saja kaku. "Aku harus pulang dulu." "Pulang? Apa maksudmu dengan pulang?" Lima tampak kelimpungan mendengar putranya bilang pulang. Apakah ini bukan rumah baginya? Atau jangan-jangan rumah ini jelek sampai dia merasa tidak nyaman. "Maksudnya, aku harus kembali ke kontrakanku

