Menukar Sepatu

1011 Kata

Saat Anggun sudah ada di depan Kasa, perempuan itu bengong untuk sesaat. Dia ingin memastikan lagi kalau saat ini matanya tidak salah lihat. Benar ini Kasa, temannya. Bagaimana bisa dia mendapatkan tempat di sini dan dilayani dengan baik? Bahkan manajernya pun tampak segan dengan dia. "Ka-sa?" "Duduk, Gun." Kasa menafik kursi. Hampir saja pelayan yang lain refleks untuk membantu, tapi saat sadar kalau Kasa sudah melarangnya. Anggun tidak langsung duduk. Dia bertanya lebih dulu. "Kasa, ini salah atau tidak?" "Benar, kok," jawab Kasa santai. "Kita memang dapat tempat untuk makan gratis di sini." "Serius?" Anggun menatap sekitar, jaga-jaga kalau nanti ada orang yang tiba-tiba mendorong mereka untuk pergi. "Serius, masa aku bohong." "Tapi--" "Duduk dulu, Gun." Kasa menepuk-tepuk kur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN