"Kamu tidak ingin naik mobil?" Renata heran ketika mereka akan berangkat ke cafe tempat untuk menikmati kopi bersama, Kasa memilih untuk tetap naik motornya. Pemuda itu menipiskan bibir. "Mana mungkin naik mobil, aku sendiri bawa motor." "Tinggalkan saja motormu lebih nyaman naik mobil bersamaku." Kasa menolaknya. Dia tidak biasa meninggalkan motor untuk menumpang mobil dengan orang lain. "Kalau hanya sekadar minum, ayo jalan saja nanti aku ikuti dari belakang." Renata ingin sekali mendengkus, tapi tidak mungkin dilakukan karena bisa membuat Kasa curiga. Heran, ada orang yang rela panas-panasan dan menolak naik mobil hanya demi rasa gengsi. Dia benar-benar sok jual mahal untuk laki-laki yang tidak punya apa-apa. "Ya sudah kalau begitu, ikuti saja aku. Aku tahu kafe mana yang nya

