"Tidak, aku tidak sanggup untuk menerima amanat ini." "Kasa, tenanglah." Hadinata sampai harus memegang pundak putranya lagi. Dia paham betul bahwa setelah bertahun-tahun terpisah, ini masih mengejutkan baginya. Menerima beban besar sebagai pemimpin perusahaan tentu bukan hal mudah baginya. Salah Hadinata juga yang main memaksa anaknya. "Aku akan memberimu kesempatan untuk menerima permohonan ayahmu ini." Kasa menatap Hadinata lekat. Sejurus kemudian pria itu tersenyum padanya. "Aku mohon jangan terbebani hanya karena permohonanku ini." Kasa menarik napas dalam-dalam. Dia meminta maaf karena sudah bereaksi bodoh. Beberapa tahun silam, meski dia telah berusaha melalukan yang terbaik hanya karena sulutan Jordan Kasa bisa berubah jadi sangat konyol. Itulah sebabnya dia tidak percaya d

