“Ada kalanya cermin bisa melambangkan hal lain. Seperti pemisah antar dimensi atau dunia misalnya.” Pemisah antar dunia? Kalimat itu berputar bagaikan kaset rusak di dalam kepala Helcia. Saat ini, dia tahu bahwa alam semesta tidak hanya memiliki satu dunia ataupun dimensi saja. Bila seandainya Helcia mampu berpindah dunia setelah kematiannya, bukanlah hal mustahil jika terdapat dunia lain yang belum Helcia ketahui. Pikirannya melayang jauh kepada alur cerita novel yang tak pernah sesuai selama ini. Sebelumnya Helcia mengira bahwa ketidaksesuaian alur ini mungkin tercipta akibat kehadiran Helcia. Akan tetapi, ketika mendengar adanya dunia lain, Helcia baru sadar bila dunia yang sesuai dengan alur cerita novel itu pastilah ada. Dunia tersebut nyata, namun berada di dimensi yang berbeda.

