CHAPTER 60. MUSIM SEMI YANG DATANG

1384 Kata

“Lantas bagaimana dengan nasib diriku di dunia yang lain?” Orestes berkata seolah Helcia benar – benar mengetahui nasib semua orang yang berada di dunia lain. Mungkin dia bersikap seperti itu karena merasa instuisi Helcia tidak pernah salah dalam menebak sesuatu. Kamu mati, pikir Helcia. Namun tentu saja dia tidak mampu menyuarakan hal menyedihkan seperti itu dihadapan Orestes. “Aku tidak tahu. Mungkin saja tidak sebaik sekarang. Memangnya kamu ingin nasibmu seperti apa?” Orestes menundukan kepalanya, tatapan pria itu nampak menyedihkan di mata Helcia, seperti seseorang yang telah kehilangan sesuatu yang berharga untuknya. “Mempunyai perasaan.” Malam semakin larut, suara keretak yang ditimbulkan oleh kayu bakar dari perapian menjadi satu – satunya suara yang bisa terdengar. Helcia tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN