Para prajurit itu makan dengan sangat bersemangat. Bahkan beberapa dari mereka tidak berhenti menambahkan sup ke dalam mangkuk. Sepertinya mereka bisa menghabiskan satu sup panci hanya bereempat saja. “Lihatlah kalian ini, makan seperti para gelandangan yang tak pernah diberi makan.” Ujar Lucas seraya menggelengkan kepalanya. Bukannya merasa malu, Athian malah memasukan sebuah bola ubi ke dalam mulut Lucas. “Makanlah yang banyak, Lucas. Jangan menyia – nyiakan makanan berharga seperti ini.” Helcia tertawa sampai perutnya terasa agak sakit. “Aku bisa membuatkan makanan untuk kalian setiap hari.” “Nona! Anda sungguh murah hati!” seru Aegis tidak percaya. Awalnya dia berfikir membiarkan seorang bangsawan wanita di pangkalan militer mereka hanya akan menambah beban. Tapi, siapa yang meny

