Suara air yang mengalir terdengar memenuhi ruang kamar kecil yang tengah di tempati oleh Helcia. Dia menundukan kepalanya begitu dalam sampai hampir menyentuh air yang menggenang pada wastafel. Perasaan negatif yang terus merasuk ke dalam hatinya sungguh membuat ia mual sampai mengeluarkan isi perut beberapa kali. Beruntung Helcia baru meminum secangkir teh, sehingga dia hanya mengeluarkan cairan tanpa warna. Helcia lantas menaikkan kepalanya untuk melihat penampilannya dari pantulan cermin. Berkat riasan yang menempel di wajah, kulit Helcia tidak terlihat pucat. Selama beberapa minggu terakhir, Helcia sudah melatih dirinya agar mampu menerima serangan perasaan yang dimiliki oleh orang lain. Namun tetap saja, dia masih belum bisa menahan perasaan yang terlalu banyak seperti ini. Mengha

