Demetria memandang putri keduanya itu dengan sorot mata penuh kepuasan. Wajah Helcia yang telah dipoles menggunakan riasan tipis nampak sangat bersinar melebihi berlian. Balutan gaun berwarna merah yang ditambahkan beberapa aksesoris emas terlihat menyatu dengan kulitnya yang secerah salju. Di mata orang lain, Helcia merupakan sebuah keindahan yang tidak akan bisa digapai oleh orang lain kecuali Pangeran Mahkota. “Helcia, kamu selalu membuat Ibu bangga.” Ada suara gemerincing kecil yang dihasilkan dari perhiasannya setiap kali Helcia berjalan. Walaupun hatinya sudah merasa gelisah ingin melepaskan semua perhiasan berat ini, ekspresi Helcia sama sekali tidak menunjukan ketidaknyamanan. Dia tetap bersandiwara menjadi seorang wanita lemah lembut yang berlaku seperti barang pajangan. “Semua

