*** Kerja keras Harold terbayar. Jagung yang ia tanam tumbuh dengan begitu subur. Memang ada beberapa kendala selama proses menantikan keringnya jagung tersebut. Namun semua itu berhasil Harold lalui. Jagungnya akhirnya bisa dipanen. Jagungnya tumbuh dengan begitu baik dan sehat. Terlihat dari buah jagung itu yang besar. Pak Sulaiman dan beberapa warga pun dengan sukarela membantu lelaki itu. Harold sudah mengatakan kalau ia akan membayar siapapun yang membantunya. Namun, warga desa menolak. Mereka benar-benar membantu Harold secara sukarela. Mereka tidak mau dibayar sepeser pun. Beginilah yang dikhawatirkan Harold sejak awal. Dia sengaja diam-diam memetik jagungnya selama satu hari. Namun, ketahuan oleh pak Sulaiman. Ayah Malika itulah yang membocorkan kalau Harold sudah panen j

