*** Jam menunjukkan pukul 10:00 pagi, dan Harold belum juga bangun. Dia lebih banyak mengurung diri di dalam kamar. Hidupnya sudah hancur. Harold merasa dirinya tidak ada gunanya lagi. Dia tidak memiliki siapa-siapa lagi. Ada jadwal bernyanyi pagi ini. Hanya satu. Itu pun Raffi harus melewati banyak sekali negosiasi bahkan pria itu harus menurunkan tarif bernyanyi Harold biasanya barulah penyelenggara acara menyetujui kerja sama. Waktu itu, Harold memang mengatakan bahwa ia siap mengambil job apa saja. Tak peduli bayarannya murah asalkan dirinya tidak menjadi pengangguran. Namun, seiring berjalannya waktu. Harold berubah pikiran. Dia tidak lagi memikirkan tentang uang. Harold menyadari bahwa uang berhasil membuat dirinya jauh dari keluarga. Bahkan berusaha memisahkan Harold dari ora

