Bab 41: Demam

1020 Kata

*** Harold terlalu memaksakan diri dalam menyelesaikan kegiatan mengecatnya. Dia sampai lupa waktu. Keadaan itu membuat dirinya diserang demam tinggi. Dia begadang, sampai besok paginya badan Harold panas. Bahkan untuk bangun saja ia tidak sanggup. Suasana pagi pun gerimis, Harold semakin malas melakukan aktivitas. Badannya terasa panas, kepalanya pening. Dia tampaknya sedang masuk angin. Harold menarik sarung yang ia pakai selama berhari-hari menutupi seluruh tubuhnya. Dia butuh lebih banyak istirahat. Mungkin ia hanya akan berbaring sampai siang hari. Harold masih berbaring ketika ia mendengarkan seruan salam dari luar. Itu suara Malika. Suara itu samar-samar. Harold membalas dalam itu dengan mata terpejam. Suaranya pun terdengar parau. Di tidak sanggup meninggalkan tempat tidur.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN