Bab 48: Ciuman Pertama

1031 Kata

*** Harold teringat kata-kata pak Sulaiman mengenai perasaan Malika. Melihat wanita muda itu selalu datang ke rumah Harold dengan wajah berseri, membuat Harold perlahan-lahan menyadari binar cinta itu. Pancaran cinta itu sangat jelas di wajah Malika. Malika memberikan ketulusan cinta untuk Harold, maka pantaskah Harold mematahkan hati wanita muda itu? Jika pun Harold belum mengetahui perasaannya terhadap Malika seperti apa. Namun, ia ingin mencoba membalas perasaan Malika. Orang bilang, tidak sukar membalas cinta seseorang yang memberikan cinta yang begitu besar kepada kita. Harold menyadari bahwa mencintai Malika bukanlah hal yang sulit. Dia sudah berminggu-minggu berada di sekeliling Malika, dan wanita muda itu memiliki hati yang baik. Tak pernah sekali pun Harold melihatnya marah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN