Mencari Kebenaran

1988 Kata

"Sevda?" Aisha terkejut mendapati temannya Deniz sudah mengetuk pintunya sepagi ini. "Apa kau mau mengajak Deniz berangkat sekolah bersama?" tanyanya setelah memperhatikan penampilan gadis itu yang berseragam rapi dengan tas yang disongsongnya di tangan kanan. "Mmm… s-sebenarnya..." Sevda tampak gugup, tak tahu apa yang harus dikatakannya. "Kenapa kau gugup?" Aisha menyentuh pipi Sevda lembut, sehingga mampu menghilangkan sedikit rasa kegugupan gadis itu. Sentuhan seorang ibu! Itu yang bisa Sevda rasakan. "Deniz masih tidur. Biar aku bangunkan dulu ya? Kau bisa menunggunya di dalam. Mari masuk!" ajak Aisha ramah. "Baiklah, Bu!" Sevda berhenti sejenak. Terlihat canggung saat lidahnya mengucap kata 'Bu'. "Maaf, aku tak sengaja memanggilmu dengan sebutan 'Bu'." "Tidak apa-apa, kau juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN