Pertandingan berkuda dimulai. Sevda memacu kudanya dengan sangat lihai. Melewati beberapa rintangan demi rintangan. Bahkan ia berada di posisi terdepan saat ini. Aydin, Sonya, dan Leon tampak menyaksikannya dari tempat penonton. Di sana juga ada Deniz, yang berdiri diam-diam di antara para penonton. Mereka semua tampak tegang menyaksikan siapa yang akan menjadi pemenang. "Ayolah, Sevda. Menangkan lomba ini." Sonya menyatukan tangan, mengangkatnya tepat di mulutnya. Wajah wanita itu sangat gugup sekali. "Semoga dia tidak gugup." "Sebenarnya kau yang gugup. Tenangkan dirimu. Oke." Aydin berkata pada Sonya dengan pandangan yang terus terfokus pada putrinya di medan perlombaan sana. Sonya menoleh ke arah Aydin. "Benarkah? Yang Sevda lakukan itu belum menunjukkan kalau dia akan menjadi jua

