Tok! Tok! tok! Suara ketukan pintu yang cukup nyaring membuat Aisha terbangun dari tidurnya. Kemudian disusul teriakan wanita setelahnya. "Tidak ada pelayan di rumah ini! Rumah ini membutuhkan wanita! Wanita!" Suara Nermin langsung terdengar nyelekit di gendang telinga Aisha. "Kau kira dirimu ratu, yang terus-terusan tidur sementara aku bekerja mengurus rumah!" sahutnya lagi bernada ketus. Aisha membangunkan tubuhnya malas. Ia mengambil ponselnya di atas meja rias samping ranjang, lalu membukanya melihat jam yang tertera di layar depan. Pukul 07.30. Pagi ini Aisha bangun telat. Bukan karena hari Minggu, tetapi karena semalaman ia tidak bisa terlelap. Perasaan itu bukan tanpa sebab, melainkan karena memikirkan sosok pria masa lalu yang tiba-tiba ia jumpai. Aisha menatap kaca cermin ya

