Wanita Tersayang

1862 Kata

Sinar mentari pagi menyingsing, menerpa dedaunan yang basah akan embun. Kicuan burung pagi saling bersahutan di atas kediaman keluarga Alvendra. Sonya langsung terbangun dari tidurnya. Bukan karena suara burung pagi, melainkan suara tangisan bayi di dalam keranjang. Wanita itu mengucek matanya, segera beringsut dan menghampiri sang bayi. "Sayang … kau sudah bangun? Kau membangunkan ibumu ya." Sonya segera memeriksa bayinya itu. Popoknya itu basah. Mungkin bayinya terkencing. Karena itu dia menangis. "Sebentar ya, Sayang. Aku ganti popokmu dulu," seru Sonya sembari mengambil bayinya dari ranjang kecil berbentuk keranjang. Aydin yang masih berada di atas kasur, membuka matanya perlahan saat telinganya mendengar tangisan bayi. Pria itu menguap, membangunkan tubuhnya dan merenggangkan tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN