Sonya menyabet iPhone lipat di atas nakas, memijat tombol layarnya lalu ditempelkan di telinga. Beberapa detik kemudian, ponsel mahal itu tersambung dengan panggilan. "Halo, Ashraf! Sampai kapan aku harus menunggu hasil laporan itu?" ujarnya dengan meremas pelipis. "Beberapa hari lagi, Sonya. Bersabarlah. Karena sampel yang kau ambil tidak memungkinkan untuk memberikan hasil yang instan." Penjelasan Dokter Ashraf semakin membuat Sonya meluap. "Pokoknya cepat kabari aku secepatnya. Oh iya, jangan bilang pada Aydin, atau pertemanan kita akan putus sampai di sini. Ingat itu!" Nada bicara Sonya terdengar mengancam. Kemudian langsung mematikan panggilannya, memutar tubuh dan terkejut melihat Aydin yang berada di ambang pintu. "A-aydin?" Sonya tergagap. "Kenapa wajahmu seperti kucing ketaku

