Di kantor, Aydin tampak selesai memimpin rapatnya. Setelah membubarkan semua rekan kerjanya, ia berjalan menuju ruang pribadinya. Tak lama kemudian Harun datang memasuki ruangannya. "Aydin, izin pembukaan restoran baru yang kita ajukan kemarin akhirnya sudah diterima. Kita akan memiliki cabang baru," kata Harun memberi kabar baik. Wajahnya itu berseri-seri. "Itu bagus, Harun. Aku ingin restoran itu bisa bermanfaat bagi orang-orang yang saat ini sedang mengadu nasib mencari pekerjaan." Harun kembali memberi kabar, "Sementara itu kerja sama kita dengan perusahaan Turki juga akan segera mendapatkan kabar baik. Aku yakin mereka pasti menyetujuinya." "Semoga saja firasatmu itu benar." Aydin tersenyum sejenak. "Oh iya, kapan restoran baru akan mulai dibuka? Lebih cepat lebih baik. Aku ingin

