Esok harinya Ketiga sahabat berangkat kuliah seperti biasanya. Akan tetapi begitu masuk gerbang Yolla langsung mendapat sorotan. Jika hanya sekedar memandang dengan tatapan sinis, Aiko masih bisa sabar. Tetapi kali ini ada segerombol wanita yang benar-benar bermulut comber. "Wah, Pantas saja mendapat beasiswa. Ternyata jadi simpanan putra Dewan dari Universitas sini. Dan tidak heran dari keluarga miskin bisa memakai barang branded setiap hari layaknya Sultan, ih kasihan sekarang setelah dibuang akan kembali ke habitat semula alias gembel! " cetus Ve. "Namanya orang miskin ya miskin saja, jangan berharap menjadi tuan Puteri. Nekat, akhirnya dipermalukan sendiri kan? " timpal Tania. "Eh, kalau gitu kita harus jaga pacar kita masing-masing. Takutnya ada orang yang putus asa nyari ATM

