Flora keluar kelas duluan, dia sudah memberi kabar pada dua sahabatnya untuk menyusul ke kantin. Flora melamun, sambil melihat ke dalam cincin yang berada dijari manisnya dia juga membayangkan bagaimana semalam Mahesa melamarnya. Sungguh lelaki dewasa yang sangat romantis dan memikat. "Yolla, kenapa kamu melamun di sini sendirian?" tanya Zuma lembut. "Eh Zuma, kalau kamu sudah keluar lalu Yolla dimana?" tanya Flora balik. Zuma merasa sedih, padahal gadis itu ingin mengobrol dengan Flora tetapi malah menanyakan tentang Yolla. "Sepertinya dia tadi dipanggil oleh dosennya," jawab Zuma lemas. "Tapi tidak ada masalah kan?" pekik Flora cemas. "Tidak, dia bersama Lucky. Sepertinya mereka berdua akan menjadi wakil Universitas kita mengikuti lomba," jawab Zuma. "Syukurlah," ucap Flora meras

