Temaram lampu kamar menemani mereka berdua yang saling bertatapan. Beradu, menyalurkan rasa cinta dari sorot mata kedua insan itu. Senyum mereka pun tidak luntur sejak masuk ke dalam rumah. Saling merangkul dan saling mendekatkan diri. Satu kecupan lembut Fikri daratkan di kening wanita yang menyandang status sebagai istrinya. Bibir merah yang tipis itu mampu menyengat tubuh Alin seketika. Siapa yang menyangka kalau Fikri dapat membuat Alin seperti ini? Hari ini, malam ini, Alin tidak akan menggoyahkan niatnya lagi. Wanita itu sudah bulat dengan keputusannya agar menjadi istri yang sholehah. Istri yang dapat membahagiakan suaminya dan istri yang akan mendukung apa yang suaminya lakukan. Pintu kamar yang tertutup dengan jendela yang ditutup rapat oleh gorden menutupi hal yang kedua in

