"Kenapa makan es krim nggak bilang-bilang? Kalau tau, tadi Resti susul ke sana," kata Resti, adiknya Alin. Alin hanya tersenyum simpul mendengar celotehan adiknya. Sementara di depannya, Resti sedang tertawa juga. Mana dia tahu kalau adiknya ingin makan es krim juga. Alin juga berniat untuk menenangkan dirinya saja, bukan menginginkan kesenangan yang lainnya. "Kakak lagi sama siapa di sana? Nggak mungkin sendirian, kan?" tanya Resti lagi. Sudah jelas adiknya sangat tahu kalau Alin tidak mungkin pergi sendirian. Orang seperti Alin pasti lebih memilih untuk tidur di rumah atau bekerja keras dari pada harus pergi ke sebuah tempat sendirian. Resti sudah sangat tahu tabiat kakaknya. Alin kemudian memutar tampilan menjadi kamera belakang. Terpampang sudah wajah Resti yang sedang memakan es k

