Part 56

867 Kata

Setiap kali ia kesakitan, ia selalu memanggil ibunya. Kebiasaan lama memang sulit hilang, terutama bagi seorang anak kecil. "Humam," kata Evan lembut, bergegas ke sisinya. Humam mendongak, air mata membasahi pipinya, dan merintih, "Ayah..." Evan memeluknya, jantungnya berdebar kencang melihatnya. "Sakit banget?" Humam mengangguk sambil terisak. "Sakit... sakit banget." Hati Evan mencelos. Ini putranya—darah dagingnya sendiri, seorang anak laki-laki kecil yang sangat mirip dengannya. Kehadiran makhluk kecil ini telah mengubah segalanya. Sementara itu, Miranti dengan cepat berubah dan bergegas ke atas. Saat anaknya kesakitan, ia lebih membutuhkan ibunya daripada siapa pun. Miranti bergegas menaiki tangga tepat saat Evan menggendong Humam, menenangkannya. "Tidak apa-apa. Aku di sini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN