Miranti mondar-mandir gelisah, kekhawatiran terukir di wajahnya. Ia sangat ingin bertanya kepada dokter tentang Humam, tetapi ia tak mampu berkata-kata. Evan tampaknya merasakan kecemasannya. Evan melangkah maju, menyuarakan setiap pertanyaan yang ingin ia ajukan. "Ini hanya prosedur kecil," dokter meyakinkan mereka. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Tak lama kemudian, Humam didorong ke ruang operasi. Bahkan setelah diyakinkan dokter, Miranti tak mampu menghilangkan kecemasannya. Operasi tetaplah operasi, sesederhana apa pun. Ia mondar-mandir di dekat pintu, jantungnya serasa ingin terbang mengejar putranya. Rasa bersalah menggerogotinya. Akhir-akhir ini ia begitu asyik dengan kekacauannya sendiri, terjerat perasaannya sendiri, hingga ia hampir tak memperhatikan Humam. Humam bar

