Bab 12. Murid Baru??

1471 Kata
"Pagi Re, dah sampai dari tadi Lo?" Sapa Audrey yang baru saja datang dengan di antar oleh supir "Pagi juga Drey, baru aja ko btw yang lain mana kok nggak keliatan?" Kata Rea celingak celinguk mencari keberadaan 3 curut yang tak lain adalah sahabatnya Dila, Reva dan si bobrok Natasha. "Oohh, mereka mah udah dikelas jam kalau segini" jawab Audrey "Hoooh, kuyy lahh kelas" ajak Rea. Mereka pun segera pergi meninggalkan area parkiran menuju kelasnya berada. Saat melewati koridor sekolah yang tiba-tiba seorang gadis menabrak Rea hingga terjatuh Brakkk "Awshhh" rintih Rea memegangi bahunya yang terasa nyeri. Audrey pun segera membantu Rea untuk berdiri "Sialan nih orang " batin rea kesal "Heh cicak, maksud lo apa hah seenaknya nabrak Rea Lo nggak punya mata apa gimana, oooh apa lo sengaja nabrak Rea,iya kan lo sengaja " teriak Audrey dengan tatapan nyalang, siswa maupun siswi yang melewati koridor pun menatap mereka "Maaf kak a-aku nggak sengaja" ujar gadis itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca siap untuk menumpahkan tangisannya "Maaf maaf Lo nggak liat Rea kesakitan gara gara lo hah" ujar Audrey sedikit berteriak "A-aku beneran nggak sengaja hikss" ujar gadis itu dengan tangisannya "Lahh ngapa jadi dia yang nangis?" Batin Rea heran "Nggak sengaja lo bilang, oke fine " ujar Audrey kemudian ia mendekati gadis itu dan mendorong kasar tubuhnya hingga terjatuh Brukkkk "awhssshh" rintih gadis itu "Nah gini kan impas " ujar Audrey. Mereka yang melihat kejadian itu pun menatap gadis itu iba bahkan ada yang mencibir Audrey dan Rea secara terang terangan. Kasian Zia Iya, padahal udah minta maaf juga Cantik tapi galak Lebih cantikan Zia Cupu tetap cupu Yupss Zia lah yang udah nabrak Rea dengan sengaja. Rea pun mengajak Audrey untuk pergi ke kelasnya. ~~~~~*****~~~~~~ Brakkkkk Pintu kelas dibuka kasar oleh Audrey. Sontak mereka semua tergelonjak kaget dan menatap tajam ke arah Audrey. Audrey yang ditatap pun kembali melayangkan tatapan tak kalah tajam. "Apa lo liat liat mau gue cukil tuh mata hah" teriak Audrey membuat mereka segera mengalihkan pandangannya. Audrey pun segera duduk di bangku nya. "Napa lu berdua, kusut banget tuh muka kek sayuran layu" ujar Reva penasaran "Si cicak tadi nyari ribut" ujar Audrey malas "Ooh" ujar mereka barengan "Eh ya lo jadi nggak jemput abang lo entar, kalau jadi gue mau ikut dong" ujar Natasha semangat "Jadi ko, kalian jadi ikut juga kan?" Tanya Rea "Ikut dong" ujar mereka serempak. "btw sekarang jam kos kan ya?" Ucap Natasha memandang teman temannya "Iya katanya pak Reza lagi nganterin siswa yang ikutan olimpiade" jelas Dila "Wahh bagus dong jadi kita lebih gampang bolosnya" ujar Rea antusias "Tumben nih anak bolos, biasanya juga rajin?" Batin mereka bertanya tanya "Tumben lo mau bolos?" Tanya reva menatap Rea penuh selidik "Emang Rea yang asli nggak pernah bolos kah?" Batin rea bertanya tanya "Kan entar gue mau jemput abang gue,kalau mau izin itu ribet kudu lapor sana lapor sini udah kek mau ngurus perceraian aja" ujar Rea dramatis mereka pun menganggukkan kepalanya membenarkan. "Iya juga sih,makan dulu yuu sebelum bolos hehe" ujar natasha cengengesan "Ehh makan di rooftop aja gue bawa nasi goreng " ucap Rea. Mereka pun menganggukkan kepalanya setuju " Ya udah kalian duluan aja, gue sama Reva mau beli minum dulu" ujar Dila. Mereka pun segera pergi ke rooftop (-Dila,-Reva) ~~~~***~~~~~ "Sejuk banget udaranya" ucap Natasha "Hemm"dehem Rea singkat. "Kalau jatuh dari sini mati ga sih" tanya Natasha penasaran sedangkan keduanya menatap heran Natasha "Kalau nggak mati ya koma doang" balas Rea santai. Natasha pun menoleh ke arah Rea dan menggeplak keras bahu Rea "Awshhh" rintih Rea memegangi bahunya yang terasa nyeri "Lo kenapa Re?" Tanya Natasha "Gapapa kok" ucap Rea. Audrey yang melihat itu Pun menatap Rea penuh tanya. "Cob~" "Ehh Lo pada sini bantuin gue" teriak Reva diambang pintu. Mereka pun menghampiri Reva dan membantunya membawa nampan yang berisi minuman dan beberapa Snack "Kuyy makan" ucap Natasha girang. mereka pun segera makan dengan lahap diiringi dengan candaan ringan dan beberapa kali dilontarkan. Sedangkan di sisi lain "Hari ini kamu akan sekolah di sekolah punya keluarga kita, Daddy sudah daftarkan kamu boy" ujar seorang pria paruh baya. "Hmm" ucap sang anak datar. Mereka pun hanya menghela nafas panjang melihat sang anak yang semakin datar dan dingin. "Ya sudah sekarang siap siap gih berangkat sekolah" ujar sang mommy. "Baiklah mom" ucap sang anak pasrah. Ia pun segera naik ke lantai atas menuju kamar berada. Tak berselang lama ia pun sudah siap dengan seragam sekolah nya. "Al berangkat dulu mom" ucapnya "Tunggu boy" ujar sang Daddy. Ia pun menatap Daddy nya seolah bertanya kenapa. "Sahabat mu juga akan bersekolah disini tunggu mereka katanya mereka akan berangkat bersama mu" ujar sang mommy mewakili suaminya. "Baik mom" jawab nya singkat Balik lagi ke Rea and kawan kawan "Ehh udah jam 08.57 berangkat sekarang aja gimana?" Ajak Rea menatap para sahabatnya "Ayuk lah" ujar mereka bersamaan "Udah bawa baju ganti kan?" Tanya Rea memastikan. Mereka pun menganggukkan kepalanya "Okeh kita berangkat sekarang, tapi kita ambil tas dulu" ujar Rea. Mereka pun segera pergi meninggalkan rooftop menuju kelasnya. tak berselang lama mereka pun sampai di kelasnya ~XI MIPA 2 "Ingat ya kita harus hati-hati pasti ada aja guru yang keliling sekolah" ujar Dila memperingati "Sip lah" ujar mereka serempak. "Eh kalian mau kemana?" Tanya seorang pemuda yang tak lain adalah Xavier kekasih Reva "Kita mau bolos hehe'' jawab Rea cengengesan "Kamu juga ikut yangg?" Tanya Xavier menatap sang kekasih dibalas anggukan kecil oleh Reva "Please bantuin kita ya, pasti pak Ali keliling sekolah jam segini" ujar Reva dengan nada lembutnya Xavier menghela nafas berat kemudian mengangguk kepalanya " oke gue bantuin " ucapnya tak ikhlas. Mereka pun bersorak senang.kemudian pergi meninggalkan ruang kelas ~~~***~~~ "Shuuutttttppp, jangan berisik" ujar Xavier memperingati kala ia melihat pak Ali tengah berkeliling di area sekolah "Yukk cepet naik" ujar Xavier. Mereka pun segera memanjat tembok dengan dibantu oleh Xavier sebagai tangga darurat. "Ehh tutup mata lo ya awas aja kalau lo ngintip" cerca Audrey sinis "Dihh sapa juga yang minat sama cewek modelan kayak Lo" ujar Xavier tak kalah sinis "Dihh bil~" "Siapa disana?" Ujar Seorang pria yang tak lain adalah pak ali sang guru BK "Cepetan b*****t itu pak ali udah mau kesini" cerca Reva panik. Ia pun segera naik ke atas tembok dengan dibantu oleh Xavier. "Cepet lompat keburu pak Ali Dateng" titah Xavier. Reva pun segera melompat turun dari atas tembok Brukkkk "Awshhh sialan lo Rev badan gue sakit semua anjir" ujar Audrey kala Reva menubruk tubuhnya "Ya mangap Drey" ujar Reva cengengesan "Udah yuk cepetan " ujar Rea. Mereka pun segera pergi menuju mobilnya yang sengaja ia parkirkan di luar sekolah nya agar mempermudah acara bolosnya. Disisi Xavier Suara langkah kaki terdengar semakin dekat. Ia pun memutuskan untuk bersembunyi di balik meja yang bertumpuk-tumpuk. "Tidak ada orang apa aku salah dengar?" Ujar pria itu yang tak lain adalah pak ali. Pak Ali pun segera pergi melanjutkan acara pemantauan nya. "Untung gue cepet cepet sembunyi" batin Xavier. Merasa keadaannya sudah aman ia pun bergegas keluar dari tempat persembunyiannya menuju kelasnya. ~~~***~~~ Di Ruang kepala sekolah "Alvaro Agha Bimantara" "Azkha Athalio Zakyandra" "Rayanka Dikta" "Navarro Marvendra" ujar seorang pria yang tak lain adalah pak Andri ~ kepala sekolah BIHS "Hmm" dehem mereka sebagai jawaban. "Kalian berada di kelas XI MIPA 2, saya akan panggilkan guru untuk mengantarkan kalian" ujar pak Andri . Tak lama kemudian pak Andri memanggil seseorang. Tak lama kemudian orang itu pun datang menghampiri pak Andri. "Bu Syila, ini ada siswa Baru tolong antarkan ke kelas XI MIPA 2" titah sang kepala sekolah "Baik pak, kebetulan saya wali kelasnya" ujar bu Syila. Mereka pun meninggalkan ruang kepala sekolah. Sesampainya di depan kelas XI MIPA 2 bu Syila menyuruh mereka menunggu di depan kelas. Kemudian Bu Syila pun memasuki kelas XI MIPA 2 yang sedang ramai bak pasar malam " Selamat pagi anak anak" sapa bu Syila ramah "Good pagi Buu" ujar mereka serempak "Hari ini kita kedatangan murid baru" ujar bu syila "Ayo silahkan masuk" ujar bu Syila. Mereka pun segera masuk ke dalam kelas XI MIPA 2. Semua siswa yang berada di kelas itu pun menatap mereka penuh binar bahkan ada yang menganga lebar. Bisik bisik mulai terdengar kala mereka memasuki kelas XI MIPA. Banyak yang menatap mereka kagum akan ketampanannya Anjirrr ganteng banget gilaa Huaaa cakep banget mereka Hooh cool abis gayanya Jodoh gue nih pasti Ngayal Jangan ketinggian tar jatoh sakit Yee sirik aja lu Jaenudin "Silahkan perkenalkan diri kalian" ucap Bu Syila "Gue Alvaro Agha pindahan dari CHS(Chalandra High School)" ujar Alvaro "Gue Azkha Athalio Zakyandra pindahan dari SMA Antariksa" "Gue Rayanka Dikta pindahan dari SMA Angkasa" "Gue Navarro Marvendra pindahan dari CHS" ujar mereka memperkenalkan diri tak lupa dengan wajah datar tanpa ekspresi. "Ada yang ingin ditanyakan?" Ujar bu Syila, mereka pun menggeleng bersamaan. "Baiklah jika tidak ada, kalian boleh duduk di bangku kosong" ujar bu Syila
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN