Bab 14

1304 Kata
Paris Bandar udara Charles De Gaulle "Bang aska mana ya?" Ujar Rea mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari keberadaan sang kakak. Tak lama kemudian seorang pria tampan berjalan dari arah belakang menuju ke arah Rea "Mung~" "Princess" ujar pria itu yang tak lain adalah Laskara yang berada tepat di belakang Rea. Rea yang mendengar suara itu pun berbalik menghadap ke belakang. Terlihat seorang pria tampan yang sedang tersenyum ke arahnya tanpa ba bi bu Rea pun langsung memeluk erat tubuh sang kakak "Abang" ujar Rea berhambur ke pelukan sang kakak. Aska pun membalas pelukan sang adik yang amat ia rindukan "Rea kangen abang hikss, mereka jahat sama Rea" ujar Rea mengadu bak anak kecil "Huffft, jangan nangis princess, sekarang sudah ada Abang jadi nggak ada yang bisa jahatin princess okeyy" ucap Aska dengan nada lembutnya. "Ayo kita pulang" ujar Aska. "eu'umm kak kalian duluan aja nanti kami dijemput supir" ujar Audrey "Nggak, kalian tetep ikut sama gue sama abang " ujar Rea tak mau dibantah. "Asyaap Kanjeng ratu " ujar Reva Dramatis tak lupa dengan tangannya yang berada di samping kepala hormat. Aska pun hanya menggeleng kepala. "Ayo pulang" ajak Aska "Let's go" ujar mereka bersamaan Sedangkan di sisi lain Tokk Tokk Tokk "Masuk'' ujar seorang gadis dengan nada dinginnya "Ada apa? Informasi apa yang akan kau katakan?" Ujar gadis itu "Nona kecil di bully oleh anak itu dan sekarang mengalami amnesia nona" ujar seorang pria yang tak lain adalah bawahannya Brakkkk "Sialan, berani beraninya dia menyentuh kesayangan ku" ujar gadis itu penuh amarah. "Apakah mereka masih menyiksanya?" Tanya gadis itu "Sebelum insiden itu terjadi mereka masih menyiksa nona kecil, namun setelah nona kecil keluar dari rumah sakit mereka nampak tidak memperdulikannya hanya ART yang bekerja disana yang mengurus nona kecil" jelasnya "Hmm, berikan pelajaran pada anak sialan itu" titah gadis itu dengan auranya seakan ingin membunuh. "Baik nona" ujar pria itu kemudian pergi meninggalkan ruang kerja gadis itu. Ia pun segera mengambil ponselnya dan menelpon seseorang "Jack" ujar gadis itu dengan nada datarnya "ada apa?" "Kau pindah ke sekolah BIHS jaga kesayangan ku, jika sesuatu terjadi cepat kabari aku, akan ku urus semuanya kau tinggal masuk sekolah besok" ucap gadis itu "hmm baiklah" ujar jack di seberang sana. Gadis itu pun mematikan sambungan telepon nya. Ia pun menaruh kembali hp nya. "Maafkan aku princess, mungkin jika aku tak meninggalkanmu kamu tidak akan tersiksa seperti sekarang" ujar gadis itu sendu seraya memandangi sebuah foto. Balik lagi ke Rea 1 jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di kediaman Keluarga Argantara. Mereka pun segera masuk kedalam mansion Argantara. "Kalian duduk saja dulu biar gue siapin minum dulu" ujar Rea. Ia pun segera pergi menuju dapur untuk menyiapkan minuman dan beberapa Snack "Lohh non Rea kok sudah pulang jam segini" tanya bi ina yang sedang memasak "Hehe Rea bolos bi" ujar Rea cengengesan "Ada apa non, tumben sekali non bolos?" Tanya bi ina "Jawabnya nanti aja bi, oh ya bi Rea minta tolong siapin minum sama Snack ya bi nanti bawa ke ruang keluarga " ujar Rea. "Baik non, nanti bibi bawakan " ujar b akui ina. Rea pun segera pergi meninggalkan dapur dan menuju ruang keluarga dimana abang dan para sahabatnya sedang mengobrol. "Kak Aska makin tampan aja" ujar Audrey genit "Hahaha bisa aja kamu Drey " ucap Aska sambil tertawa mendengar ucapan Audrey ( btw nih ya aska tuh emang cakep banget cuyy) "Maaf ya temen kita ini emang rada rada gitu tiap liat cowok ganteng" ujar Reva "Maklum kak otaknya ada di dengkul" ujar Natasha "Dengkul pala kau, seenak jidat lo ya" ucap Audrey kesal dengan tingkah dua curut yang tak lain adalah Rea and Natasha. Rea yang mendengar itu pun tertawa terbahak-bahak "Hahahaha bener tuh otaknya Audrey di dengkul, makanya agak gila" ujar Rea meledek. Tak lama kemudian bi ina pun datang dengan membawa nampan yang berisi minuman dan beberapa Snack "Lohh den Aska? Ini beneran den Aska, den Aska apa kabar?" Ujar bi ina sedikit kaget "Iya bi ini Aska, baik kok bi,bibi sendiri apa kabar?" Tanya aska balik "Bibi juga baik den, sudah lama aden tidak pulang, bibi senang sekali lihat den aska pulang" ujar bi ina terhura aska pun tersenyum kecil "Ya sudah kalau begitu bibi mau kebelakang dulu den, non" ujar bi ina "Iya bi, jangan lupa ya bi matiin kompor nanti gosong" ujarRea memperingati "Siap atuh non" ujar bi ina. Bi Ina pun segera pergi menuju dapur melanjutkan kembali kegiatan memasaknya "Bang Aska kenapa baru pulang sekarang" tanya Rea "Kemarin kemarin abang sibuk princess banyak kerjaan yang nggak bisa ditinggal jadi abang belum bisa pulang " ujar aska dengan lembutnya "Hu'umm gitu" ujar Rea menganggukkan kepalanya "Re kita pulang dulu ya" ujar Dila "Mau kemana emangnya, kok buru buru?" Tanya Rea memicingkan mata curiga "Kita mau ke Gramedia hehe" ujar Dila cengengesan "Hufttt, okey lahh " ujar Rea pasrah "Kak kita pamit pulang dulu ya" ujar mereka "Hmm hati-hati" ucap Aska "Bangg aku anterin mereka kedepan dulu" ujar Rea dibalas anggukan oleh Aska. Rea pun mengantarkan para sahabatnya sampai di depan. Mereka pun segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Argantara dengan menaiki mobil Lamborghini milik rea. Setelah para sahabatnya pergi Rea pun segera masuk ke dalam rumah. "Bang, Rea mau nanya" ujar rea "Nanya apa princess?" Jawab aska penasaran "Apa mommy sama Daddy nggak mau maafin Rea, Mereka benci banget ya sama Rea, Rea capek bang, Rea juga pengen rasain kasih sayang mereka, Kenapa kak ale yang pergi harusnya Rea yang pergi bang, apa benar yang dibilang mommy sama Daddy kalau Rea anak pembawa sial?" Ujar Rea dengan mata berkaca-kaca siap untuk menumpahkan tangisannya. Aska yang mendengar itu pun merasa sesak ia langsung memeluk erat tubuh sang adik. "Husstt, nggak boleh ngomong gitu, mereka nggak benci sama Rea, Rea juga bukan anak pembawa sial, Abang sayang banget sama Rea, abang nggak suka kalau Rea ngomong seperti tadi" ujar Aska. "Hikss, tapi Rea capek bang, mereka jahat sama Rea hikss " ujar Rea sesegukan "Husstt, abang nggak akan biarin mereka jahatin princess" ucap aska "Hu'umm" ujar Rea sambil menganggukkan kepalanya. "Huammmm, abang Rea ngantuk" ujar Rea sembari mengucek matanya "Tidurlah princess " titah Aska. Rea pun merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan paha aska sebagai bantalnya. Perlahan ia mulai menutup mata nya dan siap terjun ke alam mimpi. Cup " Tidur yang nyenyak princess, abang akan selalu menjagamu, abang nggak akan biarin mereka menyakitimu lagi" ucap aska sembari mengecup singkat kening sang adik. Sedangkan di sisi lain Kringggggg kringggggg kringggggg Bel istirahat berbunyi nyaring terdengar ke seluruh penjuru sekolah elite itu. Seluruh siswa maupun siswi berbondong-bondong menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang lapar termasuk kelima most wanted BIHS yang tak lain adalah geng Dragster (Regan and the geng). Suara riuh terdengar kala kelima most wanted BIHS memasuki area kantin sekolah Regan ganteng banget gilaa Gibran juga nggak kalah ganteng Zeandra imut banget Zarendra juga keren abis Arkan cool bangett Dan masih banyak lagi pujian yang di lontarkan para kaum hawa kepada most wanted BIHS. "Pesen" ujar Regan singkat bin datarnya "Apa?" Balas Zaren tak kalah datar "Bakso minumnya es teh" ujar Regan "Gue samain" ucap Gibran "Gue juga" ucap Arkan "Oke Ze lo ikut gue " ajak Zaren, dengan pasrah nan tak ikhlas Zean terpaksa mengikuti Zaren. Tak berselang lama setelah kepergian Zaren seorang gadis datang menghampiri meja tempat Regan and the geng "Kakak udah dari tadi?" Tanya gadis itu yang tak lain adalah Ziana kekasih Regan "Baru aja, kamu mau makan apa hmm, biar kakak beliin?" Tanya Regan dengan lembutnya "Eu'umm Zia mau mie ayam ektra pedes sama jus alpukat " ujar Zia antusias "Jangan makan yang pedes, nanti sakit perut, yang biasa aja ya" ucap Regan. Ziana pun memasang wajah cemberut nya membuat mereka menatapnya gemas "Iihh tapi kan zia mau makan pedas" ucap zia dengan nada yang diimut imut kan "No baby" ucap Regan tak mau dibantah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN