Bab 3. Kabar Buruk

522 Kata
Disisi lain seorang gadis yang berpenampilan cupu dengan kaca mata hitam tebal melekat di wajahnya tengah dibully di belakang sekolah oleh beberapa siswa yang berpakaian kurang kain, dengan make up tebal (mirip kek ondel ondel sih menurut author) "Hehhh cupu! Maksud lo apa deketin pacar gue hah, udah berasa cantik lo" ujar salah satu siswa itu "Tampang pas pasan aja bangga" ujar temannya "Udah lah sell hajar aja dia jangan kasih ampun biar mampus dia,gue juga enek liat mukanya iywhh jijik" Ujar salah satu temannya "Ja...jangan sell hikss" ujar gadis cupu itu sambil menangis "Halahh bacot Lo" ucap sella marah kemudian ia mengambil balok kayu dan memukul kepala gadis itu hingga mengalir darah segar. Tak cukup hanya itu saja sella juga memukul tangan dan kaki gadis itu. "Udah sell nanti kalau beneran mati kita nggak punya mangsa lagi buat kita bully" ujar salah satu antek antek sella "Bener tuh kata alin" "Hmm cabut!!" Ujar sella kemudian meninggalkan gadis itu "To...long..." Ujar gadis itu sebelum kesadarannya hilang Disisi lain "Halo, selamat malam, apakah anda orang tua dari Arabella Ryder" "Iya siapa ya" ujar mommy Rania "Kami dari pihak kepolisian mengabarkan bahwa anak anda mengalami kecelakaan mobil dan sudah dibawa ke rumah sakit Xxxx" mendengar suara diseberang sana mommy Rania pun terkejut dan menjatuhkan ponselnya "A..apa hikss nggak mungkin Ara ninggalin mommy hikss" ujar mommy Rania. Aledro yang ingin ke dapur justru berhenti kala ia mendengar suara sang mommy menangis dan menyebutkan nama Ara "Mommy ada apa, kenapa menangis" tanya Aledro "Ara al hikss" ujar mommy Rania sesegukan "Ara kenapa mom" tanya Aledro "Ara kecelakaan al hikss, ayo kita ke rumah sakit Xxxx" ujar sang mommy "Ayo mom" jawab Aledro. Mereka pun segera pergi menuju rumah sakit xxxx.tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah sakit dan segera memasuki rumah sakit tersebut. "Sus pasien yang kecelakaan mobil tadi di ruangan mana?'' tanya mommy Rania cepat "Di lantai 2 kamar nomor 112" jawab suster tersebut. Mereka pun segera pergi ke kamar tempat ara berada. Tak lama kemudian mereka pun sampai didepan kamar tersebut. "Hikss kenapa Ara bisa kecelakaan mom"tanya Aledro "mommy juga nggak tau al tadi pihak kepolisian yang menelpon mommy" ujar sang mommy. Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki membuat atensi ibu dan anak itu beralih menatap ke arah nya Tapp Tapp Tapp Tapp "Gimana keadaan Ara" ujar Daddy Marven "Belum tau dad, dokternya belum keluar" ujar Aledro "Hikss mas... Ara mas.. hikss" ujar mommy Rania menangis di pelukan sang suami "Ara pasti baik baik saja te.." belum selesai berbicara pintu kamar tersebut terbuka dan keluarlah seorang dokter. "Dengan keluarga pasien" ujar dokter itu "Saya dok, bagaimana keadaan putri saya" tanya Daddy Marven khawatir. Dokter pun menghela nafas pelan "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun tuhan lebih sayang kepada anak bapak" ujar dokter itu membuat mereka terkejut "Nggak mungkin Ara hikss" ujar mommy Rania kemudian mereka pun segera masuk kedalam kamar itu, terlihat seorang gadis cantik diatas brankar dengan wajahnya yang sudah pucat. "Hikss sayang kenapa kamu tinggalin mommy hikss" ujar sang mommy memeluk sang putri "Dekk bangun katanya kamu mau jalan jalan, ayo kita jalan jalan tapi kamu bangun ya" ujar Aledro
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN