Abigail berjalan melewati beberapa anak tangga setelah dia selesai menikmati waktu sorenya dengan melihat bagaimana indahnya saat matahari akan terbenam. Perempuan itu cukup terganggu dengan apa yang terjadi antara dirinya dan Ethen. Pria itu marah, dia tahu. Tapi alasan kemarahan itu, yang dia tidak tahu. Bagaimana bisa Ethen marah hanya karena dia secepatnya ingin pulang? Mungkinkah ada hal lain yang mengganggunya hingga Ethen melampiaskan pada dirinya? Tapi apa? Memikirkannya membuat kepala Abigail sakit. Dia tidak tahu cara tepat menanyakannya karena dia dan Ethen tidak sedekat itu. Lagian juga, Ethen membencinya sebesar Abigail membencinya. Itu yang sedang ditanamkan otak gadis itu sekarang, kebencian besarnya pada pria itu. Bagaimana dengan mudahnya kebencian itu menelan dirinya.

