Ethen mendekat dan meraih perempuan itu dalam gendongannya. Abigail sempat menolak tapi jelas apapun yang dimasukkan ke dalam minumannya tidak membuat Abigail bisa melakukan banyak hal. Dia hanya terus menggeliat dan merasakan seolah ada api besar berkobar di tubuhnya dan membuat seluruh bagian tubuhnya terasa terbakar. Api itu membuat dia tidak berdaya dan sentuhan Ethen hanya membuat segalanya menjadi lebih buruk lagi. Ethen meletakkan tubuh menggeliat itu di atas ranjang. Tampak menatap dengan tangannya yang sudah membuka kancing bajunya satu per satu. Mata Abigail memperhatikan itu dengan kering di tenggorokannya. Dia berusaha bangun dan mencoba tidak terpengaruh. Matanya beberapa kali mengerjap untuk membuat dirinya tetap sadar. Tapi makin lama dia makin merasa aneh dengan tubuhny

