"Azzam.... Gue udah pusing dari tadi gue belajar ngaji tapi tetep aja gue nggak bisa." rengek Rere dengan memegangi kepalanya. Jujur saja, otaknya begitu susah untuk menyerap apa yang diajarkan oleh Azzam padanya. Sudah 1 minggu Rere kembali di pesantren. Setelah menerima segala bujuk dan rayuan dari Aryo dan Afif akhirnya ia mau kembali ke pesantren. Meninggalkan kota kelahirannya memang sulit. Tapi itu semua ia lakukan untuk merubah akhlak b***t yang dimilikinya. Karena ia tak mau terus-terusan menyusahkan Papanya. Membedakan huruf ba, ta dan tsa itu tidak mudah bagi Rere. Setengah jam sudah terlewat, namun tetap saja ia masih keliru. Yang menambah kesal di hatinya adalah saat ia salah menyebut, bukannya membenarkan Azzam malah menertawakannya. Kesal 'kan jadinya!. "Yang titik satu d

