13. Demam

1317 Kata

"Sayang, bangun." ucap Aryo menggoyang pelan tubuh Rere. "Rere, ayo bangun." ucapnya lagi. Tangan Aryo beralih mengelus pucuk kepala Rere. Tak sengaja tangannya menyentuh dahinya. Ia segera menyingkirkan tangannya dari dahi Rere yang begitu terasa  panas. Mungkin akibat semalaman Rere tidur di gazebo dengan menggunakan pakaian dan celana pendek dengan cuaca hujan yang begitu lebat. Sebenarnya Rere tertidur di gazebo. Ia mulai  menggigil saat tengah malam. Rere merasa badannya lemas seperti tak bertenaga. Tubuhnya pun mulai panas tapi ia juga merasa dingin. Ingin sekali ia kembali ke kamarnya tapi ia tak sanggup untuk berjalan. "Ya Allah.. Kamu demam nak?" ucap Aryo cemas "Azzam.... Azzam..." teriak Aryo. Azzam yang mendengar suara teriakan Aryo langsung menuju sumber suara. "Ada apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN