"Sayang, bangun." ucap Aryo menggoyang pelan tubuh Rere. "Rere, ayo bangun." ucapnya lagi. Tangan Aryo beralih mengelus pucuk kepala Rere. Tak sengaja tangannya menyentuh dahinya. Ia segera menyingkirkan tangannya dari dahi Rere yang begitu terasa panas. Mungkin akibat semalaman Rere tidur di gazebo dengan menggunakan pakaian dan celana pendek dengan cuaca hujan yang begitu lebat. Sebenarnya Rere tertidur di gazebo. Ia mulai menggigil saat tengah malam. Rere merasa badannya lemas seperti tak bertenaga. Tubuhnya pun mulai panas tapi ia juga merasa dingin. Ingin sekali ia kembali ke kamarnya tapi ia tak sanggup untuk berjalan. "Ya Allah.. Kamu demam nak?" ucap Aryo cemas "Azzam.... Azzam..." teriak Aryo. Azzam yang mendengar suara teriakan Aryo langsung menuju sumber suara. "Ada apa

