Potato sudah cukup berusaha menghalangi para petugas. Sampai pintu rumah dihancurkan pun, dia tidak patah semangat untuk melaksanakan perintah sang profesor. Bahkan, kehadiran Orde tidak menjadi batu besar baginya untuk memberontak. Sayangnya Potato tidak dapat mengulur waktu lebih lama lagi. Dia rusak di tangan Orde dan akhirnya mematikan daya hidupnya. Potato tidak lagi bergerak setelah diserang berulang kali. Hari itu Orde memang mengincar rumah yang tidak memiliki pelindung kuat itu secara terang-terangan. Memeriksa para penduduk hanyalah alasan belaka demi dapat mencapai tempat tinggal River. Bisa saja dia langsung datang seperti hari lalu, akan tetapi dia ingin menunjukkan pada para penduduk siapa yang berkuasa sebenarnya di tanah mereka. "Geledah. Kalau kalian tidak dapat menemuk

