MELUPAKANNYA

538 Kata
Tak berapa lama Christy menemukan Taxi, dan meminta bantuan Supir taxi tersebut untuk membantu memapah Edward. Christy menatap kepergian taksi tersebut. "Pria itu bahkan tidak berterima kasih kepadaku," ucap Christy sambil telak pinggang tidak percaya jika ada orang seperti itu. Christy kembali masuk ke Apartemennya. Matanya mulai berkaca-kaca kembali mengingat tiap sudut kenangan dengan Eric disini. Tujuh tahun, Christy Xu setia menunggu Eric di Kota kecil Sin chuan ini. Setia menunggu sambil merawat Nyonya Xie. Tiba-tiba Eric Pulang dengan membawa Seorang wanita yang tengah mengandung bayinya, dan meminta restu kepada Nyonya Xie. Ketika Nyonya Xie menolak memberikan restu, Eric mendatangi Christy untuk membantunya bicara membujuk ibunya agar mau merestui pernikahannya. Semakin di Ingat, isak tangis Christy semakin pecah. Christy membuang cincin pemberian Eric ke toilet flush. Hatinya terlalu sakit untuk memakainya. Karena terlalu lelah Chirsty terkena demam, namun tetap harus pergi bekerja. Dengan wajah pucat Christy duduk di dalam bus dengan pandangan kosong dan menyedihkan. Edward, mengenali Christy Xu, dan memandanginya dari dalam mobilnya yang berhenti sejajar ketika lampu merah. "Wanita itu tampak menyedihkan," ucap Edward enteng dan mengalihkan pandangannya. "Henry apa yang kau ketahui tentang kejadian semalam?" tanya Edward Gu. "Direktur, nampaknya itu adalah perbuatan salah satu wanita yang pernah dekat dengan Direktur." "s**l," batin Edward mengutuki Bethany. Hanya dia wanita yang mengetahui jika Edward ada takut gelap . Dan malam itu ketika di toilet pria, ada kesengajaan dengan merusak lampu di toilet tersebut pada saat itulah, Edward dianiaya orang-orang Bethany. Setelah habis dipukuli dan ditusuk mereka membuang Edward begitu saja di pinggir jalan. Jika saja malam itu Christy tidak menemukannya maka Edward sudah pasti akan mati kedinginan dengan sekujur luka di tubuhnya. Edward kembali ke Jiangmen City. Kota besar pusat ekonomi dan kebudayaan. Edward pergi ke kota Sinchuan karena baru saja mengakuisisi sebuah Pabrik kain. Edward kesana untuk meninjau keadaan pabrik yang akan memproduksi bahan kain-kain untuk di Supply ke Butik-butik besar di Jiangmen City. Satu tahun berlalu dari kejadian pahit Yang Christy alami. Dia memutuskan untuk pindah ke Jiangmen City. Temannya yang bernama Helen ada menawarkan dia pekerjaan sebagai staff administrasi di kantornya. Christy menerimanya karena merasa membutuhkan suasana baru untuk benar-benar bisa melupakan Eric. Kebersamaan selama tujuh tahun bukanlah waktu yang sebentar. Serpihan-serpihan ingatan tentang kenangan mereka masih ada yang menyesap di dalam hati. Christy mengurus segala sesuatu untuk kepindahannya. Mengurus pengunduran diri ke kantornya, dan mencari penyewa untuk apartemen yang dia tempati sekarang. Begitu mendapatkan penyewa, barulah Christy pergi ke Jiangmen City. Helen sudah menunggunya di stasiun kereta. Dua sahabat itu berpelukan karena merasa rindu. terakhir bertemu ketika mereka sama-sama memasuki Universitas. Karena masalah biaya Christy hanya bisa melanjutkan ke Universitas yang ada di Kota Sin chuan. Sementara Helen meneruskan ke Universitas yang ada di Jiangmen City. "Christy kau nampak semakin cantik saja," Ucap Helen memuji. "Tentu saja, semenjak dalam kandungan ibuku. Aku sudah di takdirkan menjadi cantik," jawab Christy serius setengah mecandai Helen. "Ayolah kita makan Hot Pot dulu, baru setelah itu kita pulang ke tempatku," ucap Helen sambil menarik Koper Chirsty dan mengajaknya menaiki taxi. Mereka makan hot pot di pinggiran kaki lima, untuk menghemat uang. Sewa tempat di Jiangmen city sangatlkah mahal, karena itu Helen mengajak Christy untuk tinggal sementara dengannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN