Di istana langit .... Dewa petir menjalankan tugasnya untuk mengirimkan suara petir yang dasyat, bukan sebuah kebetulan lantaran ini sebagai pertanda peringatan bahwa sebuah larangan mulai diingkari dari ketidak tahuan manusia yang ada di sana. Peringatan yang nyatanya tidak berarti apa apa bagi dua insan yang kini saling bertautan, mendekatkan diri hingga mulai keluar dari batas yang dihendaki langit. Chu Xin menghampiri dewa petir, bisa jadi ia adalah pihak yang paling bahagia melihat apa yang terjadi di bawah sana. Dengan senyum sumingrah, ia mendekati dewa yang tengah bertugas memberikan dentuman petir yang menyambar berulang kali setiap ia memukulkan palunya. “Dewa petir, aku rasa bagianmu sudah selesai. Kini bagianku yang harus menurunkan hujan.” Ungkap dewi hujan pengganti itu

