Malam itu juga Ye Lily datang mencari Liam Ye di kediamannya, bertemankan A Mei yang setia berada di dekatnya dalam kondisi apapun. Untung saja ia tidak merasakan lelah sedikitpun hingga ye Lily berpikir dalam hatinya bahwa obat racikan yang diberikan oleh Tian Lu terbukti ampuh. ‘Terima kasih kak Tian LU, berkat obatmu, aku tidak merasakan lelah lagi.’ Gumam Ye Lily yang senyum sendiri begitu mengingat tentang kekasih hatinya itu. “Nona muda, apa yang lucu? Mengapa anda terlihat tersenyum sendiri?” A Mei yang menyadari keanehan Ye Lily pun tak bisa menahan diri untuk bertanya. Ye Lily kikuk dibuatnya, bola matanya berputar, mencari akal untuk menutupi apa yang sebenarnya ia rasakan dalam hatinya. “Ng ... aku sedang berpikir apa yang harus aku lakukan agar kak Liam Ye tidak memperma

