“Sebentar ....” A Mei gusar begitu mendengar ketukan keras di luar pintu sementara ia masih sendirian di dalam kamar. Gadis pelayan itu berjalan mondar-mandir seraya meremas kedua tangannya, khas orang yang tengah kebingungan. “Bagaimana ini? Nona muda belum juga pulang, apa yang membuat dia begitu lama di luar sana? Apa jangan-jangan terjadi sesuatu kepadanya dan sekarang ada pengawal yang datang menangkapku?” A Mei sibuk menakuti dirinya sendiri dengan asumsi negatifnya. Hingga ia kembali tersadar bahwa orang di luar sana masih menunggu responnya dan melayangkan protes dengan menggedor lebih kencang lagi. Mau tidak mau gadis pelayan itu harus bergegas meresponnya. A Mei berlari menuju pintu dan membukakannya segera. Liam Ye mendorong dari luar begitu mengetahui kunci pintu telah dibukak

