Mendengar ceplas-ceplos dari gadis pelayannya, Ye Lily segera membungkam mulut A Mei sebelum gadis itu semakin nekat berceloteh tentang apa yang sedang direncanakannya. “Sssttt ... Pelankan suaramu! Kita mana tahu kalau tembok itu memiliki telinga.” Gumam Ye Lily dengan raut wajah yang meminta A Mei untuk menjaga sikapnya. A Mei manggut-manggut seraya menutupi mulut dengan kedua tangannya, ia pun menuruti kehendak Ye Lily dan membalas dengan suara berbisik. “Maafkan aku Nona muda. Tapi benar kan tebakanku tadi, anda ingin keluar berdua dengan kak Ti ... Ha ha ha ....” belum selesai A Mei melontarkan sebuah nama yang tak ingin ye lili dengar, Nona muda itu lebih bergerak cepat dengan menggelitiki A Mei hingga gadis pelayan itu tertawa terbahak. “Ampun Nona muda, Aku tidak berani lagi.” Se

