“Nona muda sudah pulang dan menyuruh untuk disiapkan makanan.” Seru Pei Fang memberikan perintah palsu kepada para pelayan yang bertugas di dapur. Nona muda yang dimaksudnya tidak memberikan titah itu, namun Pei Fang dengan beraninya mengambil alih peran perintah itu. Tak hanya menyuruh, gadis pelayan itu pun masih berdiri di ruangan dapur yang bukan tempatnya. Keberadaannya membuat pelayan yang ada di sana merasa sedikit risih. Salah satu kepala pelayan di dapur mendekati Pei Fang dan terang terangan menyatakan ketidak senangannya. “Kami akan segera menyiapkan dan membawa ke kamar nona muda. Jika tidak ada kepentingan lain lagi, tolong biarkan kami bekerja dengan maksimal.” Pei Fang mengerutkan dahinya, tak senang mendengar kata kata dari wanita tua itu. “Bibi mengusirku? Kenapa aku t

