“Pei Fang, apa yang membuatmu begitu lama baru kembali?” A Mei tidak bisa mengendalikan perasaannya yang cemas lantaran merasa ditinggalkan terlalu lama oleh satu satunya partnernya. Gadis pelayan itu hanya ijin keluar sebentar namun persepsi sebentar yang ia maksud justru lebih dari satu jam. Tatapan A Mei tertuju lekat kepada Pei Fang, sarat akan kecemasan yang mendesak untuk mendapatkan jawaban. “Maafkan aku kak A Mei, tadi setelah aku menyerahkan resepmu, aku tidak sengaja melihat kak Tian Lu. Dia memintaku menyiapkan makanan untuk nona muda, jadi aku mampir ke dapur umum dan ... Dan setelah itu, perutku agak bermasalah. Maaf sudah membuatmu mencemaskan aku.” Ungkap Pei Fang dengan tampang penuh penyesalan, raut wajahnya yang sendu itu menjadi senjata pamungkas yang membuat siapa pun

