“Apa? Lin Xiang?” Xi Er sontak berdiri dan berlari sekuat tenaga untuk segera keluar dari ruangan itu. Hatinya saat berkecamuk memikirkan nasib menantu yang baru 1 hari masuk ke dalam keluarganya. Dan perlakuan semena-mena putranya terhadap Lin Xiang begitu menghentakkan hatinya. Ketika melihat Xi Er berlari panik tanpa memikirkan keselamatan dirinya, berlari tergopoh-gopoh demi memeriksa keadaan Lin Xiang, Robert Ye pun tidak bisa tinggal diam. Lihat tua itu berjalan cepat mendekati Chen Ye yang masih berdiri mematung di tempat. Lirikan mata sinis nya tertuju pada putra pertamanya itu. “jika sampai terjadi sesuatu kepada Lin Xiang dan calon keturunan klan Ye, aku akan membuat perhitungan kepadamu. Jangan kira Aku akan memberimu ampun atau berbelas kasihan pada mu karena kamu adalah putr

