Sepasang kekasih yang masih saling memeluk erat seakan enggan terpisahkan. Ye lili Yang berperasaan halus pun tak kuasa menahan air matanya, dibiarkannya tetes bening itu luruh sedikit membasahi pundak Tian lu. “aku pikir Anda tidak akan kembali lagi. Aku terlalu takut untuk menerima kenyataan jika anda benar-benar pergi meninggalkanku.” Tian Lu sungguh mengungkapkan kegelisahan hatinya, pelukan itu berhasil membuat dirinya menyuarakan apa yang ada dalam benaknya. Ye Lily tersenyum tipis, jelas ia merasa bahagia mendengar pengakuan tulus dari Tian Lu yang begitu mengharapkan keberadaannya. “Apa kamu sungguh mencemaskanku? Apa kamu tahu ke mana Aku akan pergi tadinya?” Tian Lu mulai melonggarkan pelukannya tetapi ia tidak rela melepaskan ye lili dari pegangan tangannya. Ia masih mer

